Welcome to our website !

Green Tips for Green Ieds, Tips Praktis Untuk "Lebaran Hijau"

By 11:10 AM


Perayaan Idul Fitri - biasa disebut “Lebaran” dalam konteks budaya kita - merupakan perayaan hari suci umat Islam di seluruh dunia. Substansi hari raya ini adalah merayakan siklus kemenangan mengendalikan hawa nafsu selama bulan puasa (satu bulan penuh), sehingga umat yang melaksanakan puasa dapat mencapai kondisi yang fitri - sebuah keadaan yang sesuai dengan fitrah manusia; datang dalam keadaan suci, dan kembali kepada keadaan yang fitri pula.
Namun banyak yang masih beranggapan bahwa hari raya Idul Fitri adalah perayaan melepaskan hawa nafsu yang telah dikendalikan selama bulan puasa. Seringkali terjadi, perayaan hari suci ini identik dengan perilaku konsumtif yang selalu banyak memberikan tekanan terhadap lingkungan. Mungkin tak pernah kita perhatikan sebelumnya, bukankah seringkali kita membeli barang-barang yang tidak begitu kita butuhkan - hanya menuruti nafsu berbelanja, atau kepatuhan kepada nilai-nilai semu, seperti lebaran yang identik dengan barang baru? Atau ketika berlimpahnya makanan di meja makanan kita - hanya menuruti nafsu makan, sementara masih banyak yang dalam kesehariannya tidak dapat makan dengan layak? Lalu dalam menjalankan segala kegiatan tersebut, sadarkah bahwa kita menyisakan banyak masalah lain berupa sampah?

Gaya hidup organis adalah gaya hidup yang selaras dengan alam. Dimulai dengan memahami prinsip-prinsip yang terjadi di alam, memikirkan ulang tujuan dari setiap kegiatan kita, sebelum pada akhirnya kita dapat mengaktualisasikan gaya hidup ramah lingkungan ini sebagai jawaban dari permasalahan yang terjadi. Dalam konteks masalah lebaran di atas, gaya hidup organis yang selama ini telah berusaha diterapkan dan dikampanyekan oleh YPBB, baik secara langsung maupun tidak, memiliki nilai yang sama dengan perjuangan untuk mencapai kondisi “fitri” seperti yang terdapat di dalam konteks Idul Fitri.

Berikut adalah beberapa tips praktis dari para relawan YPBB, yang bisa Anda lakukan untuk merealisasikan lebaran hijau sebagai tonggak menuju perubahan ke arah kualitas hidup yang baik, selaras dengan alam:


BELANJA PAKAIAN
#1. Untuk persiapan jelang lebaran, daripada beli baju baru lebih baik gunakan baju lama. Pembentukan fitrah baru bukan dari barunya baju, tetapi dari barunya cara hidup kita. Tips dari Yodi Danusastro 

#2. Menghadapi lebaran, kita harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Maksudnya belilah barang-barang yang memang untuk memenuhi kebutuhan. Tips dari Wahyu Widianto.

#3. Kalau membeli baju jangan banyak-banyak. Tengoklah lemari kita, pasti masih banyak kerudung/baju/celana panjang yang jarang dipakai. Nah buat style di hari raya, kita bisa mix n match tentunya. Pasti nggak akan ketahuan baju lama. Yang penting kan bersih. Tips dari Bani.

#4. Lebaran identik dengan hati yang baru. Tapi bukan berarti semuanya harus baru seperti baju. Kan sayang kalau pakai baju baru tapi hanya di pakai satu kali dalam setahun. Tips dari Tebe Ari.

#5. Lebaran identik dengan hati yang baru. Tapi bukan berarti semuanya harus baru seperti baju. Kan sayang kalau pakai baju baru tapi hanya di pakai satu kali dalam setahun. Tips dari Tebe Ari.

#6. Tidak perlu baju baru, pakailah baju yang masih bagus dan bisa dipakai di hari raya. Selain hemat dari segi finansial, juga hemat dari alat transportasi. Tips dari Aditya Putra P.

#7. Jangan tergoda diskon dan promo di mall/mini market/hypermarket, dll. Belilah barang seperlunya saja. Tips dari Wahyu Widianto.


MENGHIJAUKAN TEMPAT TINGGAL
#1. Hiasi setiap pekarangan rumah dengan tanaman buah dan sayur yang bisa langsung kita manfaatkan sebagai suguhan spesial di hari yang fitri ini. Tips dari Darmawatie.

#2. Mari jadikan hari istimewa dengan menghadirkan lebaran hijau dirumah dan lingkungan kita. Hiasi jalan dan lahan kosong dengan menanam dan merawat pohon dan biarkan rumput-rumput bertasbih dibawahnya. Kumpulkan semangat baru alam disetiap daun yang gugur dalam lubang tanah. Tips dari Darmawatie.

#3. Untuk pengharum ruangan di rumah, pakailah parfum ruangan yang alami yaitu dengan meletakkan bunga-bunga segar pada ruang tamu tempat berkumpul bersama keluarga. Tips dari Aditya Putra P.

#4. Saat kondisi ruangan panas, bukalah jendela dan pintu rumah selebar-lebarnya. Hal ini akan mengurangi penggunaan AC dan kipas angin. Tips dari Aditya Putra P.

#5. Hiasi setiap pekarangan rumah dengan tanaman buah dan sayur yang bisa langsung kita manfaatkan sebagai suguhan spesial di hari yang fitri ini. Tips dari Darmawatie.

#6. Ganti bola lampu tradisional dengan lampu yang memiliki sertifikasi ramah lingkungan. Lampu ramah lingkungan hanya mengonsumsi sepertiga daya listrik dibanding lampu biasa. Anda juga akan menghemat biaya karena lampu ramah lingkungan memiliki umur yang lebih panjang dan pencahayaan yang lebih terang.Tips dari Aditya Putra P.

#7. Gunakan air seperlunya saja, saat mencuci piring/gelas dan membersihkan/mengepel lantai. Air sisa mengepel dapat digunakan untuk menyiram tanaman yang ada di rumah. Tips dari Aditya Putra P. 


MEMILIH MENU MAKANAN
#1. Saat menyantap hidangan lebaran, sering ada yang tidak habis. Nah daripada dibuang ke tempat sampah dan menimbulkan masalah baru, lebih baik sisa makanannya dimasukkan ke Takakura. Tips dari Tebe Ari.

#2. Tidak usah membeli kue pabrikan, buatlah kue sendiri yang tradisional atau lokal. Kalau bisa pesan saja ke tetangga. Tips dari Wahyu Widianto.

#3. Kalau bisa, buatlah ketupat sendiri daripada membeli. Selain menjaga budaya bangsa, yang terpenting adalah mengurangi jejak karbon pembelian bungkus ketupat tersebut. Tips dari Yodi Danusastro

#4. buat menu masakan lebaran yang kaya serat dan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan. Tips dari Ami.

#5. Untuk makanan cemilan tidak ada istilah beli paket-paketan, lebih baik membuat sendiri dan biasanya pula tidak menghasilkan banyak sampah karena kebanyakan makanannya bukan yang dibungkus. Tips dari Tisna.

#6. Kalau ada acara makan bersama di rumah sendiri atau rumah saudara/kerabat saat bersilaturahmi, ambil makanan dalam porsi secukupnya yang kira-kira bisa dihabiskan. Hal ini akan mengurangi produksi sampah. Setuju? :). Tips dari Reta Yudistyana.

#7. Perbanyak jenis makanan yang dibungkus dengan daun pisang atau bahan organik lainnya (jenis daun pembungkus lainnya). Sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan yang dikemas plastik atau styrofoam. Tips dari Inspired Blog.

#8. Saat menyuguhi makanan ke tamu, gunakan piring atau mangkok dengan sendok dan garpu dari logam. Pokoknya jangan pakai styrofoam dan sendok plastik. Nggak ribet ko, tinggal dicuci saja :-P. Tips dari Bani.

#9. Gunakan gelas saat menyajikan minuman, bukan memakai air kemasan yang dari plastik. Ingat juga, yang dihidangkan air putih saja karena lebih sehat. Kalaupun tidak habis tidak akan mencemari lingkungan, sedang sirup yang pasti ada zat pewarna dan zat kimianya. Tips dari Aditya Putra P.

#10. Biasanya saat lebaran akan banyak saudara/kerabat/handai taulan yang bertandang ke rumah untuk silaturahmi. Bersiaplah kita menyuguhi tamu dengan hidangan makanan dan minuman. Nah di keluarga saya biasa menyuguhi minum dengan sirup menggunakan gelas, bukan dengan minuman kaleng. Tips dari Fauzan Anshari.

#11. Kalau ada acara makan bersama di rumah sendiri atau rumah saudara/kerabat saat bersilaturahmi, ambil makanan dalam porsi secukupnya yang kira-kira bisa dihabiskan. Hal ini akan mengurangi produksi sampah. Setuju? :). Tips dari Reta Yudistyana.


MENGEMAS MAKANAN
#1. Menyuguhi air minum kepada tamu dengan GELAS KACA,BUKAN DGN AIR MINUM DALAM KEMASAN. Nggak ribet ko, meskipun tamunya sampai 50 orang..., kan tinggal dicuci :). Tips dari Bani

#2. Bila ingin pergi ke makam untuk nyekar, bawalah baskom/toples/anyaman bambu dari rumah. Hal ini bisa mengurangi sampah plastik dan tidak akan menimbulkan sampah. Tips dari Aditya Putra P.

#3. Jangan beli toples banyak-banyak. Sebaiknya sediakan wadah besar kayak "blek" (sejenis kaleng berbahan dasar seng) or wadah besar. Nah, setiap kali kita telah menyelesaikan aneka kue,kita bisa memasukkan kue-kue itu ke dalam wadah besar tersebut. Saat menyuguhi kue di hari raya, baru deh beberapa toples kecil disiapkan, lalu diisi penuh dengan kue dan...siap disajikan. Kalau habis?! Ya..tinggal diisi lagi :-P. Tips dari Bani.

#4. Gunakan daun pisang sebagai pembungkus makanan seperti lontong, ketupat dan kue-kue basah. JANGAN GUNAKAN PLASTIK. Nah limbah daun pisang bekas pembungkus makanan itu bisa dijadikan kompos. So ZERO WASTE :). Tips dari Bani.

#5. Untuk menyimpan makanan kering, usahakan menggunakan toples dari kaca atau bahan yang tidak sekali pakai. Dengan toples kaca atau yang sejenis, bisa dipakai lagi di tahun-tahun berikutnya. Tips dari Renna Letyono.

#6. Biasanya kalau lebaran, di meja selalu sedia tisu. Nah coba beralih pakai serbet/lap tangan dari kain, karena bisa di cuci dan dipakai berulang-ulang. Tips dari Aditya Putra P.

#7. Tetap memakai gelas atau cangkir ketika menyuguhi tamu walaupun jadi riweuh karena harus mencuci gelas :). Tips dari Anilawati

#8. Lebaran Go Green dengan diet kantong kresek, yaitu meminimalisir penggunaan kantong kresek dan menggantinya dengan tas organik atau tas dari bahan daur ulang. Tips dari inspired Blog.


SHALAT IED
#1. Shalat idul fitri di sekitar lingkungan terdekat, jangan memilih masjid yang dan harus menggunakan kendaraan untuk mencapainya. Tips dari Renna Lestyono.

#2. Berjalan kaki saat menuju masjid atau makam,jika hal tersebut tidak memungkinkan kita bisa naik sepeda atau  naik kendaaran dengan banyak penumpang., karena biasanya tempat makan dan masjid sangat jauh dari rumah.kalau kita pergi bersama-sama itu lebih hemat bahan bakar..tapi di utamakan adalah mencari masjid terdekat dan menggunakan sepeda atau jalan kaki. Tips dari Aditya Putra P.

#3. Bila berkunjung ke rumah sanak family yang jaraknya maksimal sekitar 20 km, lebih asyik menggunakan sepeda. Tips dari Ratma Budi Priatma.

#4. Kalau bisa datang ke masjid lebih awal, karena kita bisa mendapatkan tempat duduk di depan sehingga tidak perlu membawa alas koran atau sejenisnya. Tips dari Aditya Putra P.

#5. Jangan bawa koran sebagai alas ketika akan shalat idul fitri, karena akan ditinggalkan begitu saja di lokasi dan menjadi sampah. Bawalah sajadah sebagai alas shalat kita. Tips dari Renna Lestyono.

#6. Ayo kurangi jejak karbon dengan jalan kaki ketika akan shalat ied. Jadi tidak perlu naik mobil pribadi. Tips dari Tebe Ari.

#7. Kalau ingin bersilaturahmi dengan keluarga, tidak perlu setiap keluarga membawa mobil masing-masing. Kalau bisa nebeng yang lain, kenapa tidak? Mari kurangi jejak karbon. Tips dari Tebe Ari. 


BEPERGIAN
#1. Minimalisir penggunaan tisue dengan membawa sapu tangan dari kain yang telah disiapkan di rumah untuk bepergian. Tips dari Anonim.

#2. Persiapan mudik, sebaiknya membawa barang seperlunya saja, tidak membawa terlalu banyak barang. Karena semakin berat barang bawaan, maka semakin boros pula BBM kendaraan yang kita gunakan. Tips dari Yodi Danusastro.

#3. Saat mudik sebisa mungkin menggunakan alat transportasi umum seperti kereta api dan bus. Jangan lupa membawa bekal makanan dan minuman sendiri, yang ditempatkan dalam wadah/kotak makanan dan botol minuman. Hal ini untuk mengurangi sampah yang kita hasilkan selama di perjalanan. Tips dari Aditya Putra P.

#4. Kalau bepergian, usahakan bawa botol minum, tidak harus beli minuman di jalan, selain hemat juga tidak menghasilkan sampah. Tips dari Anonim.

#5. Waktu mudik, bawa bekal makanan dan minuman dari rumah, serta wadah untuk sampah di mobil. Pas sampai di tempat tujuan, wadah bekas makanan dan minuman tersebut bisa dicuci dan dipakai kembali. Untuk sisa makanan bisa dikasih untuk makanan ayam/ikan, atau dimasukkan ke keranjang Takakura. Kalau memungkinkan pas mudik membawa Takakura di mobil. Untuk sampah plastik, bisa dicuci kembali dan dikeringkan untuk membungkus sesuatu di kemudian hari. Tips dari Bani.

#6. Lakukan uji emisi kendaraan yang akan digunakan untuk mudik, sehingga kendaraan tersebut minim polusi dan hemat juga penggunaan bensinnya. Tips dari Inspired Blog.

#7. Bila ingin rekreasi di suasana lebaran, sebaiknya gunakan kendaraan umum. Karena biasanya tempat parkir penuh dan pastinya mengurangi kemacetan. Maka pilihlah tempat rekreasi alam serta yang dekat dengan rumah. Yang penting berkumpul bersama keluarga. Tips dari Yodi Danusastro.

#8. Untuk yang punya balita, saat bersilaturahmi sebaiknya menggunakan CLODI (popok yang bisa dicuci ulang), daripada POPOK INSTAN sekali pakai. selain aman dipakai, juga lebih sehat karena anak/bayi kita bisa terhindar dari alergi dan iritasi. Juga lebih GREEN, karena mengurangi sampah popok sekali pakai :). Tips dari Dhiya Maryam.

#9. Hindari pemakaian tissue. So, gunakan serbet atau lap untuk mengelap meja yang kena tumpahan kuah. Juga gunakan lap handuk untuk mengelap wajah yang berminyak gara-gara kepanasan keliling kampung. Tips dari Bani.


YANG TAK KALAH PENTING:
#1. Tidak ada salahnya menghabiskan waktu liburan lebaran dengan membaca buku. Tips dari Ami.

#2. Sebaiknya  tidak mengirimkan kartu lebaran fisik, yg menggunakan kertas yang berasal dari pohon. Ucapkan selamat lebaran secara elektronik/peperless via sms, e-mail, atau sosial media. Tips dari Inspired Blog.

#3. Buat salam tempel, sebaiknya jangan gunakan amplop.Untuk mengurangi konsumsi kertas, 'tempelannya' bisa langsung ditempel saja tanpa amplop. Atau kalau mau berkreasi, bisa bikin dari kertas bekas. Pastinya unik, jadi bisa dipakai lagi atau digunakan sebagai hiasan. Tips dari Bani.

#4. Lebaran hijau itu tentu saja mengumpulkan sampah menggunung di rumah kita. Pilah sampah basah dan kering dan bungkus dengan rapi (bisa menggunakan wadah sampah khusus). Begitu pula selama perjalanan mudik, selalu menyediakan tempat sampah di dalam kendaraan agar kita tidak sembarangan membuang sampah di jalan. Jika penuh, buanglah pada saat beristirahat di tempat sampah yang tersedia. Tidak usah mengajak orang lain, cukuplah dari diri kita sendiri dan keluarga terdekat. Happy lebaran! ^_^. Tips dari Bang Aswi.

#5. Indahnya lebaran hijau, lebaran mewah yang alamiah dan tidak meninggalkan dosa ekologis. Tips dari Darmawatie.

Last but not least, ada banyak cara untuk membuat lebaran kita menjadi lebih fitri, membawa berkah bagi manusia dan alam, dan tentunya tidak bisa kami tuliskan semuanya di sini, tapi yang terpenting adalah teman-teman mau melakukan aksi hijau nya di dalam lebaran kali ini dan seterusnya, lalu mulai memengaruhi semakin banyak orang untuk bersama-sama berubah. Menjadi lebih baik tentunya.



You Might Also Like

0 komentar