Welcome to our website !
Apakah mewujudkan kawasan yang Zero Waste itu suatu hal yang mungkin? Pada prakteknya, upaya mewujudkan kawasan zero waste memang memiliki tantangan tersendiri. Namun, sudah banyak kisah sukses kota-kota yang berhasil menerapkan konsep zero waste, tak terkecuali di beberapa kota di Asia.

Pada tanggal 21-22 Oktober 2016 lalu, telah berlangsung Pelatihan Model Kawasan Zero Waste yang bertempat di Aula Pikiran Rakyat, Jl. Asia-Afrika No.77 Bandung. Pelatihan yang menghadirkan Froilan Grate dari Mother Earth Foundation (MEF) sebagai pembicara tersebut terselenggara atas kerjasama kolaborasi Forum BJBS (Bandung Juara Bebas Sampah), didukung oleh Ikatan Alumni ITB Jabar, PD. Kebersihan Kota Bandung, dan Pikiran Rakyat. Pelatihan ini diikuti oleh sejumlah peserta perwakilan dari PD. Kebersihan, kelurahan, Kawasan Bebas Sampah (KBS), dan komunitas lingkungan Kota Bandung.

Pada sesi pelatihan di hari pertama, Froilan Grate berbagi pengalamannya mewujudkan model kawasan Zero Waste di 7 kota di Filipina. Froi berbagi kisah sukses penerapan konsep zero waste skala kelurahan (di Filipina disebut barangay) di Metro Manila, dan skala kota di San Fernando City. Pelatihan berlanjut dengan workshop di hari kedua, yakni menggali ide bersama untuk merumuskan strategi membangun model kawasan zero waste skala kelurahan di Kota Bandung.

Kegiatan ini diliput di surat kabar Pikiran Rakyat (21/10/16) dan media Pikiran Rakyat online.

Tenaga listrik merupakan salah satu energi yang dibutuhkan untuk menjalankan peralatan rumah tangga, peralatan perkantoran, mesin industri dan terutama untuk penerangan. Tenaga listrik yang dapat kita nikmati sehari-hari berasal dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang rata-rata menggunakan sumber energi tidak terbarukan seperti minyak bumi dan batu bara. Sumber energi yang tidak terbarukan ini akan habis jika terus digunakan untuk menghasilkan tenaga listrik.

Hal ini menjadikan sumber energi terbarukan menjadi salah satu alternatif untuk dijadikan  sebagai sumber tenaga listrik. Sumber energi terbarukan itu seperti matahari, angin, panas bumi, dan air.
Memang sumber energi terbarukan ini belum banyak digunakan. Padahal energi terbarukan ini memiliki banyak keuntungan, seperti :

  1.   Ramah lingkungan
  2.   Bentuk energi yang berkelanjutan karena menggunakan sumber daya alamiah
  3.   Bisa menjangkau tempat-tempat terpencil

Keuntungan-keuntungan dari sumber energi terbarukan ini menjadi salah satu daya tarik seorang siswa SMA Binus Simprug untuk menjadikan project kenaikan kelasnya. Siswa tersebut bernama Adika Artiatama Witoelar. Adika, begitu dia disapa ini. Memilih lampu solar panel yang menggunakan tenaga surya sebagai sarana penerangan.





Adika memasang lampu dengan tenaga surya ini di Eco village (milik Perkumpulan YPBB dan Kuncup Padang Ilalang) kawasan Banda sari Soreang. Kawasan tersebut memang masih minim memperoleh tenaga listrik dari PLN. Pemasangan lampu tenaga surya ini dipasang sendiri oleh Adika pada Januari 2016 lalu.

Dengan adanya lampu dengan tenaga surya ini bisa membuat Eco Village di kawasan Banda Sari pada malam hari tidak gelap lagi dan bisa membuat Eco Village di kawasan Banda Sari menjadi eco village yang berkelanjutan.




Pelatihan Zero Waste Lifestyle bersama XL dan My Oyeah yang merupakan rangkaian program Imagine Bandung ini sudah dimulai. Pada 17 April kemarin SMAN 4 Bandung yang mendapat kesempatan pertama untuk medapatkan ilmu tentang Zero Waste Lifestyle.  Acara yang dimulai dengan perkenalan YPBB , perkenalan tentang Urban Center dan dilanjut sesi Pelatihan Zero Waste Lifestyle. Peserta kali ini merupakan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, petugas kebersihan dan beberapa siswa. 


Acara yang dimulai dengan games  bolot-bolotan yang dipandu Oleh Anilawati Nurwakhidin (Koordinator Divisi Kampanye Zero Waste) ini berlangusng dengan seru. Setelah itu dilanjut dengan pekernalan Urban Center YPBB dan dilanjutkan acara utama yaitu pelatihan Zero Waste Lifestyle.

Pelatihan yang berdurasi 3 jam ini diikuti oleh para peserta dari SMAN 4 Bandung dengan semangat. Banyak terjadi sesi diskusi dan pertanyaan tentang cara mengelola sampah di sekolah.
Ingin melihat reportase lengkapnya silahkan lihat di sini dan untuk dokumentasinya silahkan lihat di sini.
Terima kasih kepada Caesar (Relawan Notulis) dan Diko (Relawan dokumentasi) yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk bergabung dalam pelatihan ZWL ini.




Bandung (27/1). Dua tahun lalu, YPBB membuka kesempatan kepada warga Kota Bandung untuk menjadi tim kampanye zero waste lewat pelatihan bertajuk “Pelatihan Tim Kampanye Zero Waste YPBB”, dimana tim kampanye ini akan menjadi agen perubahan dalam menyuarakan isu zero waste ke masyarakat yang lebih luas lagi. Terhitung ada 9 orang tim kampanye zero waste yang tersaring dari tiga gelombang pelatihan. Mereka adalah Agustian Nugraha, Arie Nugraha, Christian Natalie, Maya Dewi, Melly Amalia, Perswina Allaili, Rahyang Nusantara, Saepul Adnan, dan Wilda Naily. Selama tahun 2012, mereka secara bergantian telah memberikan pelatihan zero waste lifestyle di beberapa lokasi di  Kota Bandung dan bekerja sama dengan beberapa mitra.

Tahun ini, YPBB kembali memulai resolusi di tahun 2013 dengan membuka kesempatan lagi bagi warga Kota Bandung untuk menjadi tim kampanye zero waste. Seperti yang telah dilakukan di gelombang pertama pelatihan, kemarin (27/1), bertempat di Kantor YPBB, Jalan Sidomulyo No.21 Bandung, YPBB kembali mengadakan pelatihan yang khusus ditujukan kepada calon-calon relawan tim kampanye zero waste. Tercatat ada 9 orang peserta pelatihan yang mengikuti proses pelatihan yang diadakan sejak pagi hingga sore hari. Pada pelatihan ini, trainer yang bertugas adalah Anilawati Nurwakhidin dan Rikrik Sunaryadi dan dibantu oleh relawan operasional Defanti Fajar Ludihargi dan Dian Wiguna. 
  

Racun (dari sampah) terlepas saat dibakar, terpapar oleh cuaca atau dikubur. Masuk ke tubuh lewat udara, air, dan makanan. Sampah sebaiknya tidak dibakar, tidak dibiarkan berserakan, dan tidak dikubur. Itu adalah hubungan bolak-balik. Peraturan pemerintah pada UU No.18 Tahun 2008 menyatakan bahwa mengubur, membakar, dan membuang sampah di sembarang tempat dilarang oleh negara. Kampanye kita sejalan dengan pemerintah. Membuang sampah hanya memindahkan masalah. Ada orang lain yang kena akibatnya. Dari bau bisa berujung penyakit akibat dari sampah kita. Buang sampah hanya memindahkan. Ini adalah pola di Indonesia. Dari awal sampahnya sendiri adalah benda-benda yg bermasalah. Itulah fenomena yg terjadi dan masalah sampah di sekitar kita.”, jelas Anilawati Nurwakhidin selaku trainer pelatihan diawal sesi pelatihan. 

Pelatihan ini pun dihadiri oleh Fahmi Dinni yang merupakan anggota komunitas zero waste dan relawan YPBB sejak tahun 2008. Pada kali ini, Ami, begitu mahasiswi ini disapa, menceritakan keterlibatannya dalam kegiatan-kegiatan YPBB. 

Nantinya, peserta pelatihan tim kampanye zero waste  ini akan diajak untuk menjadi relawan dan juga anggota komunitas zero waste. Seperti yang diungkapkan oleh Anilawati, yang juga merupakan Koordinator Divisi Zero Waste YPBB, “Kita perlu tempat untuk menguatkan diri kita sendiri. Jadi, ada komunitas untuk saling mendukung dalam kebiasaan baru dalam zero waste lifestyle. Untuk peningkatan dari waktu ke waktu”. 
Dari pelatihan hari ini yang saya dapat adalah sampah itu bukan dipindahkan, tetapi dikurangi dari kita sendiri dan amazing lah pokona mah!” ujar Aldy, salah satu peserta pelatihan tim kampanye zero waste

Pelatihan masih terbuka untuk umum dan akan diadakan pada tanggal 17 Februari (gelombang kedua) dan 31 Maret 2013 (gelombang ketiga). Bagi yang tertarik bisa lihat di sini. (RN)

Bandung (13/11). Kantor merupakan hal penting yang harus dimiliki sebuah lembaga untuk melakukan pergerakan dalam mewujudkan visi dan misinya. Begitupun dengan Yayasan Pengembangam Biosains dan Bioteknologi (YPBB) yang menempati kantor yang baru di Jalan Sidomulyo No.21 Bandung, yang mana sebelumnya beralamat di Jalan Piit No.5 bersama dengan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jabar. Dalam acara syukuran kantor yang diadakan pada tanggal 13 November lalu bertempat di kantor yang baru, YPBB mengundang mitra, komunitas, dan relawan yang menjadi jaringan YPBB selama ini untuk berkumpul dan berdoa bersama untuk kantor yang baru.




Tim Kampanye Zerowaste YPBB bikin huru-hara lagi? Ya. Tapi huru-hara yang satu ini beda! Alih-alih kerusakan, justru menimbulkan kebaikan. Terbukti para peserta yang datang justru pulang dengan langkah tegap, semakin mantap. Pengalaman dan pengetahuan yang terbangun di seminar IAAS ini membuat kami semakin yakin bahwa kita semua bisa menjadi bagian dari solusi terhadap permasalahan lingkungan yang ada.

Tengok saja tulisan Dhita yang dengan rinci merekam setiap tahap dan kejadian di acara IAAS dengan meng-klik nya di sini. Juga ada tulisan Astri yang merefleksikan pentingnya terjadi perubahan dalam pola perilaku sehari-hari di sini. Tak mau ketinggalan, Aubrey menuliskan pengalaman dan pengamatannya mengenai betapa anggapan orang-orang tentang mudah dan murahnya perilaku yang merusak masa depan, dapat dengan mudah dipatahkan dengan refleksi, pengetahuan, dan komitmen di sini.

Well, berubah memang mudah, dan tidak usah ditambah resah, karena selalu ada kami di sini, selalu setia menemani Anda untuk merealisasikan perubahan, demi masa depan yang lebih baik yang dicapai oleh harmonisasi antara manusia dan alam.

Salam Organis!

Teman-teman, berikut adalah link tulisan mengenai kegiatan Markinon yang diselenggarakan pada hari Jumat 14 Januari 2011 yang lalu. Tulisan pertama berasal dari Nadira Nanda Paringgusti, lalu tulisan berikutnya adalah buah pemikiran Maya Dewi Mustika. Silahkan menikmatinya! Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada kedua penulis, semoga semangat kalian tertular kepada yang lainnya.
Oya, tulisan diatas adalah bersifat personal, dan tidak mewakili persepsi organisasi YPBB secara umum. Sekali lagi, Tetap berkarya, tetap berjuang!!!


Semangat untuk berbuat suatu kebaikan tanpa pamrih adalah semangat bersama relawan YPBB. Semangat inilah yang membuat YPBB terus menyala, terus berkarya untuk mewujudkan kualitas hidup manusia yang lebih baik, harmonis dengan lingkungan alam.



Liputan Nonton Bareng dan Ngobrol tentang Listrik dan Mikro Hidro

Oleh: Dedy Herdiana, wartawan Tribun Jabar

ADA yang menarik pada acara yang digelar Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jabar dan Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi (YPBB), belum lama ini. Mereka menggelar nonton bareng dan diskusi. Judulnya, "Nonton Bareng dan Ngobrol tentang Listrik dan Mikro Hidro, Sebagai Salah Satu Teknologi Energi Listrik yang Ramah Lingkungan."


Oleh: Piki, Staf YPBB

"Saya pikir kita semua sudah tahu apa penyebab dari semua bencana ini. Sekarang, apa yang bisa kita lakukan sebagai individu untuk mencegahnya", kata salah seorang peserta di acara nonton bersama yang diadakan di sekretariat Walhi Jabar pada Jumat, 26 Maret 2010. Film yang diputar kali ini berjudul “Airku, Hidupku” sebuah film dokumentasi perjalanan yang disutradarai oleh Indrasitas, yang merekam dinamika Sungai Citarum, dan aktivitas kehidupan di sekitar sungai terpanjang di Jawa Barat ini.


Oleh: Pieta, relawan YPBB

“Laut kita sekarang sudah seperti sup plastik” (Petikan dari potongan film Addicted to Plastic)


Pola hidup yang konsumtif akan plastik saat ini sudah sangat kronis. Begitu banyak dampak lingkungan yang muncul akibat plastik. Baik produksinya yang menghabiskan banyak minyak bumi , konsumsinya yang berbahaya bagi kesehatan, hingga sampahnya yang berdampak negatif pada lingkungan. Setidaknya kondisi itulah yang diperlihatkan dalam potongan-potongan film The Age of Stupid dan Addicted to Plastic yang diperlihatkan pada acara “Nonton Bareng dan Ngobrol tentang Plastik”, Jumat (3/12), yang bertempat di kantor WALHI JABAR, Jl.Piit No.5 Bandung. Acara ini diselenggarakan atas kerjasama antara RELAWAN YPBB dan WALHI JABAR.

Oleh: Ismail Agung, penulis lepas.

Bagaimana sih cara jitu agar kita bisa mengajak teman atau kerabat terdekat kita untuk lebih greenlifestyle?

Pertanyaan tersebut diajukan salah satu peserta yang ikut duduk dalam Talkshow Green Consumer yang diadakan oleh rekan-rekan mahasiswa Fakultas Ekonomi Unpad pada hari Jumat tadi (5/03).