Welcome to our website !
Bingung mengisi waktu luang dan sekaligus mendapat pengetahuan?
Ingin mencoba aktivitas menjadi notulis?

Yuk bergabung menjadi relawan notulis dalam pelatihan Kompas Keberlanjutan bersama komunitas lingkungan dari Bandung dan Jawa Barat Selatan. 
Pelatihan Kompas Keberlanjutan ini adalah rangkaian kegiatan dari Program Role Model Komunitas yang berkerjasama bersama Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).


Posisi relawan notulis akan cocok untuk Anda yang suka mengetik dan suka mempelajari hal baru. Kemampuan yang akan menunjang:
·        Mampu mengetik dengan baik,
·        Mampu menyimak dengan baik, dan
·        Mampu menyimak dan mengetik sekaligus.  
Peranan  relawan notulis , mencatat seluruh proses dengan target kegiatan adalah notulen yang sudah di-edit. Dan di utamakan mencatat proses tanya jawab pada saat pelatihan berlangsung.

Pilihan waktu kegiatan :

  1.  6 November 2015, 08.15-09.30
  2.  6 November 2015, 10.00-11.30
  3.  6 November 2015, 13.15-15.00
  4.  6 November 2015, 15.30-17.00
  5. 7 November 2015, 08.00-09.30
  6. 7 November 2015, 10.00-12.00
  7. 7 November 2015, 13.00-15.00
  8. 7 November 2015, 15.30-17.00
  9. 8 November 2015, 08.00-09.30
  10. 8 November 2015, 10.00-12.00
*pilihan waktu kegiatan bisa lebih dari satu

Pelatihan Kompas Keberlanjutan akan berlangsung :
Tanggal : 6,7, 8 November 2015
Waktu : 08.00-17.00 WIB
Tempat : Hotel Yehezkiel
Jl. Surapati No. 191-193, Sukaluyu, Bandung.

Ingin bergabung dan mendapat pengalaman baru?
Caranya mudah lho!
Kirim SMS dengan format: nama | email |no HP | Pilihan waktu kegiatan |
Contoh format sms: Ujang | ujang@yahoo.com | 081081081081 |  1,5,dan 8 |
SMS bisa teman-teman kirim ke 081931328715
Untuk pendaftaran paling lambat tanggal 5 November 2015 jam 16.00 WIB.

Fasilitas: 
Pada hari pelaksanaan, YPBB menyediakan snack dan makan siang. YPBB TIDAK  menanggung biaya transport selama teman-teman berkegiatan sebagai relawan .


“You make a living by what you get, but you make a life by what you give.”
~Winston Churchill~













Empat tahun sudah kerjasama yang terjalin antara YPBB dan Lead Indonesia dalam pengembangan Bridging Leadership Program (BLP) yang bertujuan melahirkan pemimpin-pemimpin muda Aceh agar mampu menerapkan pembangunan berkelanjutan di desanya masing-masing. Dalam program ini, YPBB berperan sebagai fasilitator bagi para pemimpin muda, dari mulai tahap pemahaman tentang pembangunan berkelanjutan, sampai dengan cara untuk melakukan penilaian keberlanjutan di daerahnya.
Ini adalah artikel terjemahan dari Adji Krisbandono, pembaca blog YPBB. Dari artikel ini kita dapat memahami bagaimana aktivitas manusia yang telah menyebabkan kerusakan pada alam, akhirnya mengakibatkan kerusakan di sistem kehidupan manusia sendiri, dalam hal ini adalah ekonomi. Dari artikel ini, dapat kita lihat bahwa alam-lah yang menjadi sistem dasar yang sesungguhnya, yang menunjang kehidupan manusia.

Begitulah kata artikel yang dimuat di BBC. dengan kerangka berpikir yang dikembangkan Herman Daly dan diadopsi YPBB, hal ini lumrah saja (lebih lanjut, silahkan teruskan ke sini). ketika ekonomi dibangun lebih besar dari kemampuan daya dukung alam, hal seperti ini pasti terjadi.


Baca artikel selengkapnya disini ... masih dalam bahasa inggris.
(ayo, ada yang mau jadi sukarelawan untuk menerjemahkan ? hasil terjemahannya akan diupload ke blog ini)

Quote favorit dari artikel ini :
"Peradaban manusia telah membangun ilusi, bahwa entah bagaimana caranya, kita bisa hidup tanpa keanekaragaman hayati, atau bahwa keanekaragaman hayati adalah sesuatu yang terpisah dari dunia keseharian kita" - Achim Steiner (direktur eksekutif UNEP)
Saat tim YPBB datang ke Aceh, kami disambut gempa. memang waktu itu, getaran gempa 7.3 SR yang berpusat di lepas pantai Meulaboh ikut menggoyang Banda Aceh. tapi untung tidak banyak berpengaruh. agenda di aceh masih tetap bisa berjalan.

di Aceh, YPBB bekerjasama dengan Lead Indonesia dan KaIL, mengembangkan materi pelatihan untuk mengembangkan pemimpin-pemimpin muda yang mampu membangun kampungnya menjadi kampung-kampung organis yang hidup berkelanjutan di Aceh.

Program ini sudah 3 tahun berjalan. selama itu, tiga angkatan sudah dibidani lewat program Bridging Leadership Program (BLP) ini. angkatan ini adalah angkatan yang ketiga, atau sering disebut BLP3. harapan YPBB, pembangunan berkelanjutan di kampung-kampung di Aceh bisa terwujud lebih cepat lewat program ini. "Indonesia sekarang hanya punya dua daerah dengan area hutan alami terluas: Aceh dan Papua, dan kita berkepentingan untuk menyelamatkan sisa-sisa hutan ini" kata David. lebih jauh tentang program BLP ini, silahkan teruskan ke sini.

kedatangan YPBB tempo hari adalah dalam rangka memfasilitasi para pemimpin muda ini untuk membuat program-program pembangunan berkelanjutan di kampungnya. peserta dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan kabupaten asal peserta, yaitu Aceh Jaya, Aceh Besar, serta gabungan antara Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya. Kelompok Aceh Besar mengusung program Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan, sedangkan dua kelompok lainnya mengusung program pertanian organis.

"kami melihat banyak pemuda dan anak-anak yang putus sekolah di Aceh karena tidak mampu membayar biaya sekolah, padahal menjadi cerdas kan tidak harus di sekolah" begitu kata Santi, Aziz, dan Darma peserta dari Aceh Besar. sedangkan kelompok yang mengusung program pertanian organis melihat kecenderungan pola praktek pertanian yang tidak alami lagi dengan penggunaan pupuk kimia dan pestisida. ada banyak ide-ide untuk mengembangkan pestisida dan pupuk organis yang dikembangkan kelompok Pidie. Kelompok Aceh Jaya yang areal persawahannya dekat dengan hutan, memilih untuk mencoba memperkenalkan kerjasama dengan alam untuk memberantas hama. "ternyata di alam ada proses makan memakan yang bisa membantu petani untuk mengurangi hama. kami beruntung, daerah tempat tinggal kami masih dekat dengan hutan, sehingga proses-proses alami itu masih ada" kata kelompok Aceh Jaya. waah...beruntung sekali kalian:)

BLP 3??  "Majo teroos...!!"