Welcome to our website !

Sebuah hak istimewa saat kita berkesempatan untuk #dirumahaja untuk mencegah penyebaran Covid-19. Namun ada orang-orang yang tetap perlu bekerja di luar rumah untuk memenuhi kebutuhan hidup dan "melayani kita". Petugas sampah merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang tidak bisa #dirumahaja. Tanpa mereka, dapat terjadi penumpukan sampah, baik di permukiman maupun jalanan, yang tentunya akan memperparah keadaan.

Selama masa pandemi ini, kebutuhan masker sekali pakai dan tisu melonjak tinggi. Orang-orang berlomba membelinya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Akhirnya, sampah masker sekali pakai, tisu, dan sampah infeksius lainnya juga meningkat drastis. Petugas sampah pun mau tidak mau harus berhadapan dengan sampah-sampah infeksius tersebut, padahal banyak petugas sampah yang tidak memiliki alat pelindung diri (APD) sehingga sangat rentan terpapar Covid-19.

Lewat kampanye ini YPBB mengajak anda dan kita semua untuk mencegah virus corona masuk ke tubuh petugas sampah, yaitu dengan memilah sampah, khususnya sampah-sampah infeksius, dan mengajak anda untuk berdonasi. Donasi akan digunakan untuk menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi petugas pengumpul sampah RW dan juga vitamin untuk meningkatkan imunitas. 

Melalui donasi anda, 340 petugas pengumpul sampah RW di Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung akan mendapatkan masing-masing 1 paket bantuan senilai Rp. 90.000,00 berupa: 
  • 1 buah masker kain yang dapat digunakan ulang
  • 1 buah sarung tangan karet yang dapat digunakan ulang
  • 1 botol sabun cuci tangan cair 
  • 1 botol hand sanitizer
  • 4 tube vitamin C (isi per tube 45 tablet)
  • 2 tube vitamin B6 (isi pertube 100 tablet)



List petugas pengumpul sampah RW yang akan mendapatkan donasi dapat dilihat di sini

Donasi dalam bentuk uang dapat ditransfer ke nomor rekening 010800002569 (Bank OCBC NISP) atas nama YPBB (sampai 5 April 2020 jam 24:00). Setelah mengirimkan donasi berbentuk uang, mohon bukti transfernya dikirimkan ke nomor 085723590676 (whatsapp). Kelebihan Donasi akan disalurkan melalui #DonasiAPD tahap kedua.

Paket untuk petugas pengumpul sampah RW ini akan disalurkan pada tanggal 6-11 April 2020 oleh tim lapangan program Zero Waste Cities YPBB. Tim lapangan juga berperan untuk mengingatkan pentingnya penggunaan APD secara rutin kepada petugas pengumpul sampah RW. Info dan pertanyaan lebih lanjut, dapat menghubungi 085723590676.

=======================================================================


Update Donasi APD YPBB

 Pada penghujung tahun 2019 lalu, tepatnya pada bulan November dan Desember. Pelatihan ZWL (Zero Waste Lifestyle) yang diadakan oleh YPBB masih didominasi oleh permintaan dari wilayah dampingan Zero Waste Cities (ZWC) YPBB di Kota Bandung. Beberapa wilayah yang telah atau sedang menjalani tahapan ZWC tersebut mengadakan Pelatihan ZWL dengan maksud untuk penguatan pemahaman tentang Zero Waste Lifestyle di wilayah. Seperti RW 04 Sekeloa misalnya. RW ini telah menyelesaikan tahapan Door To Door Collection (pengumpulan sampah terpilah dari rumah ke rumah) dan telah menyelesaikan tahapan monitoring dan evaluasi. 


Pada tanggal 5 November 2019, dengan dihadiri sekitar 20 orang yang terdiri dari ibu-ibu kader PKK RW, dilaksanakanlah Pelatihan ZWL di RW 04 Sekeloa yang difasilitasi dua orang relawan Trainer YPBB yaitu Ayu Kusumawati dan Taufik Budiman.   


Pelatihan ZWL RW 04 Sekeloa
Pelatihan ZWL RW 04 Sekeloa : Simulasi Takakura


RW lain yang juga menjalankan Pelatihan ZWL pada bulan November yaitu RW 06 Sadang Serang. RW tersebut juga telah menyelesaikan tahapan Door To Door Collection. Dengan dihadiri sekitar 25 orang yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu dan karang taruna, dilaksanakanlah Pelatihan ZWL pada tanggal 23 November 2019 yang bertempat di Kantor RW 06 Sadang Serang.     

Pelatihan ZWL 06 Sadang Serang : Peserta

Pelatihan ZWL RW 06 Sadang Serang : Game Pemilahan
Pelatihan ZWL RW 06 Sadang Serang : Trainer Ayu Kusumawati

Dua pelatihan lainnya di bulan November 2019 yaitu Pelatihan ZWL dengan Komunitas Cika-Cika pada tanggal 16 November 2019 dan Pelatihan ZWL dengan PKK Kelurahan Lebak Gede tanggal 21 November 2019. 

Pelatihan ZWL Komunitas Cikapundung Cikalapa (Cika Cika), Dago
Pelatihan ZWL PKK Kelurahan Lebak Gede
Relawan Dokumentasi Pelatihan ZWL

Pada bulan Desember 2019, kami juga mulai melibatkan kembali Relawan Dokumentasi dalam Pelatihan ZWL. Pelibatan relawan tersebut dimaksudkan untuk membuka peluang pihak luar untuk mengikuti kegiatan-kegiatan YPBB, serta memberi kesempatan mereka untuk dapat lebih mengenal tentang YPBB.



Relawan Dokumentasi bertugas untuk mendokumentasikan Pelatihan ZWL dalam bentuk foto dan tulisan.

Berikut adalah hasil foto dan liputan dua Relawan Dokumentasi Pelatihan ZWL YPBB dari dua Pelatihan ZWL di RW 09 dan RW 07 Sadang Serang.

Relawan Dokumentasi Pelatihan ZWL RW 07 Sadang Serang: Ardy Ramdani Pratama.

Relawan Dokumentasi Pelatihan ZWL RW 09 Sadang Serang: Deasy Monica Parhastuti.

Info tentang bagaimana cara untuk mengadakan Pelatihan ZWL di tempat Anda dapat diperoleh pada link berikut ini: bit.ly/PelatihanZWLInfo



(Sumber Foto : Dokumentasi YPBB)

Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tanggal 21 Februari 2020 merupakan sebuah momen peringatan untuk mengenang kejadian luar biasa mengenai bencana longsor sampah yang terjadi di TPA Leuwigajah Kabupaten Bandung pada tanggal 21 Februari 2005. Bencana longsor TPA Leuwigajah tersebut berdampak pada hilangnya 2 kampung yang tertimbun longsoran sampah (Cilimus dan Gunung Aki) dengan korban jiwa mencapai 150 orang. Bencana longsor sampah yang tidak terlupakan tersebut merupakan dampak dari kurang baiknya sistem pengelolaan sampah terpusat dan kurangnya kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah rumah tangganya.

Program Zero Waste Cities yang diinisiasi oleh YPBB ini berafiliasi dengan program kerja KangPisMan Kota Bandung periode 2018-2023. Program ini mengedepankan peran pemerintah, dalam hal ini pihak kelurahan, sebagai pemimpin dalam penerapan sistem pengelolaan sampah di kawasan. 

Salah satu target dalam Program Zero Waste Cities ini adalah meningkatkan kualitas hidup petugas pengumpul sampah. Kebersihan wadah pengumpulan sampah dan pemilahan sampah sesuai dengan jenisnya merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir akibat dari mikroorganisme penyebab penyakit yang dapat mempengaruhi kesehatan petugas pengumpul sampah dari jenis-jenis sampah yang dapat melukai. 

 Salah satu contoh kejadian pengumpulan sampah yang melukai petugas adalah tragedi meninggalnya Pak Hermawan petugas pengelola sampah di wilayah Kelurahan Sukaluyu dan Pak Udung petugas pengumpul sampah di wilayah Kelurahan Neglasari, Kota Bandung, akibat dari infeksi luka terkena tusuk sate ketika mengumpulkan sampah tercampur dari warga. Berbeda halnya dengan Pak Udin petugas pengumpul sampah di wilayah Kelurahan Sukaluyu, Pak Udin mengaku sudah beberapa kali terluka akibat sampah tusuk sate yang tercampur diantara sampah lainnya. Beruntung, ia selalu sigap untuk pergi ke puskesmas atau rumah sakit terdekat setelah terluka, sehingga tidak berujung pada infeksi yang mengancam nyawa. Tidak semua petugas pengumpul sampah memiliki kesadaran seperti Pak Udin, keterlambatan penanganan infeksi luka para petugas sering kali disebabkan oleh keengganan para petugas pengumpul sampah untuk berobat karena dirasa berat mengeluarkan biaya pengobatan. Sedangkan para petugas ini kurang  mendapatkan bantuan dari pihak kewilayahan untuk menjamin serta membantu biaya pengobatannya. 

Atas kondisi tersebut, salah satu upaya yang YPBB lakukan sebagai rasa terima kasih serta penghargaan atas jerih payah dan kerja keras yang dilakukan oleh para petugas pengumpul sampah di RW, YPBB akan memfasilitasi para petugas tersebut untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis, dimana fasilitas tersebut jarang sekali didapatkan oleh mereka. Melalui momen HPSN 2020 bertemakan Lingkungan, Kesehatan, dan Pekerja Sampah,  YPBB bekerjasama dengan DLHK Kota Bandung, UPT Puskesmas Cijerah, UPT Puskesmas Puter & UPT Puskesmas Neglasari akan memberikan cek kesehatan untuk para petugas sampah yang bertempat di Kantor Kelurahan Gempolsari pada tanggal 20 februari 2020, Kantor Kelurahan Sadang Serang pada tanggal 21 februari 2020, dan di Taman Jalaprang Kelurahan Sukaluyu pada tanggal 22 februari 2020. Melalui ajang ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi masyarakat umum dan para pemangku kepentingan di wilayah untuk dapat lebih meningkatkan kesejahteraan para petugas sampah ke depannya.

 Di Kelurahan Gempolsari pelaksanaan kegiatan dihadiri oleh pihak Kecamatan Bandung Kulon, Lurah Gempolsari, para ketua RW dan sekitar 37 orang petugas pengumpul sampah. Tanggapan Lurah Gempolsari Tri Setia Handayani mengenai kegiatan HPSN yang diinisiasi YPBB ini “ kegiatan seperti ini bagus sekali dilakukan secara rutin, terlebih sasarannya adalah para petugas sampah yang seringkali luput dari perhatian mengenai kesehatannya ”.  

Hal serupa diungkapkan oleh Shendi Hendarlin sebagai salah satu Tim Zero Waste Cities YPBB Kota Bandung, berikut ungkapnya “ kegiatan HPSN ini sebagai salah satu momentum penting refleksi bagi semua orang terlebih pemerintah untuk jauh lebih memperhatikan kesejahteraan dan keselamatan para pengumpul sampah yang rentan akan resiko kesehatan dari pekerjaan mereka, lebih jauh kegiatan ini pun semakin mendorong agar pemilahan sampah agar semakin digalakan selain untuk meminimalisir resiko kesehatan para petugas sampah tentunya sedikit banyak mampu mengurangi jumlah kiriman sampah ke TPA ”.


CP : 0812-8418-3897 (Shendi Hendarlin) 


Program Trainer adalah salah satu program dibawah Divisi Kampanye Zero Waste YPBB yang menjalankan berbagai Pelatihan Zero Waste Lifestyle (ZWL) untuk para Mitra pelatihan, beserta juga pengelolaan para relawan Trainernya.

Relawan Trainer adalah mereka yang memiliki minat dan kemampuan sebagai trainer, serta memiliki waktu luang (di luar waktu profesionalnya), sehingga dapat mengambil peran lebih dan berkontribusi dalam kampanye pola hidup organis yang diadakan oleh YPBB.

Pada periode Trainer kali ini (7 Maret 2019 - 7 Maret 2020), 89 orang dari berbagai usia dan profesi sangat antusias untuk mengambil peran baik sebagai Trainer YPBB. 47 orang tersaring untuk mengikuti magang Trainer selama 3 bulan, dan dari proses magang tersaring kembali 16 orang yang diterima untuk menjadi Relawan Trainer baru YPBB untuk periode 1 tahun (2019 - 2020). Selain 15 orang Trainer baru tersebut, ada pula 6 orang Trainer lama atau Trainer senior yang membantu proses supervisi para Trainer baru. Total Trainer YPBB pada periode ini adalah 21 orang Trainer.

Mitra Pelatihan ZWL YPBB berasal dari berbagai kalangan, baik individu, maupun lembaga.Berikut adalah pelatihan-pelatihan yang terselenggara selama masa magang Trainer dan sepanjang April - September 2019:
1. Pelatihan ZWL Rumah Cemara, 14 Desember 2018
3. Pelatihan ZWL Relawan KangPisMan, 22 Desember 2018
4. Pelatihan ZWL Cintabumi (Seri 1), 6 Januari 2019
5. Pelatihan ZWL PAUD Al-Muhajirin, 14 Februari 2019
11. Pelatihan ZWL RW 06 Balonggede, 11 Mei 2019
14. Pelatihan ZWL Staf YPBB, 14 September 2019
15. Pelatihan ZWL RW 09 Gempolsari, 17 September 2019


Trainer ZWL YPBB 2019-2020: Ayu Kusumawati, Cendra Panni, Dania Permanasari, Della Sabarini, Ridho Tadjudin, Taufik Budiman, Yazied Taqiyuddin Ahmad.

Info lebih lanjut seputar Pelatihan ZWL dapat Anda lihat pada link berikut ini: http://bit.ly/PelatihanZWLInfo
Kontak pengelola Program Trainer dapat melalui email trainer@ypbb.or.id.

Salam Organis! :)




RW 07 Lebak Gede adalah RW pertama di Kelurahan Lebak Gede yang menjalankan tahapan program Zero Waste Cities (ZWC). Selain dari dukungan positif dari  Lurah dan Camat, RW 07 Lebak Gede juga mendapatkan support dari Ketua RW yang perhatian terhadap program serta mendukung dijalankannya tahapan ZWC di RW tersebut. 

RW 07 Lebak Gede memiliki taman di tengah kota yang sudah menggunakan sistem pengomposan (open windrow). RW 07 Lebak Gede (bersama dengan 2 RW lainnya di Kelurahan Lebak Gede: RW 01 & 11) juga sudah memiliki peralatan kebersihan seperti ember pemilahan dan gerobak sampah (push chart), yang didapatkan dari Hotel Patra Jasa sebagai bentuk tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan untuk tiga wilayah RW terdekat dengan hotel tersebut.

Pada hari Sabtu, 24 Agustus 2019, dengan dihadiri Ketua RW, Ketua RT, tokoh masyarakat , petugas kebersihan, para kader dan staf Kasi Ekbang Kelurahan Lebak Gede, diadakanlah Pelatihan Zero Waste Lifestyle yang bertempat di Aula RW 07 Lebak Gede. Pelatihan ini diadakan dengan tujuan sebagai penguatan pemahaman warga tentang gaya hidup minim sampah di wilayah dampingan YPBB tersebut.


 Suasana Pelatihan ZWL RW 07 Lebak Gede

Trainer ZWL YPBB, Perswina Alaili (Wina)

Trainer ZWL YPBB, Ridho Tadjudin (Ridho)

Cerita selengkapnya tentang pelatihan ini dapat disimak dari tulisan dua teman kita, M. Dera Purdiansyah (Staf Magang KKO YPBB) disini dan Nur Septiani Hayati (Staf KKO YPBB) disini.
Foto-foto kegiatan hasil jepretan Dera & Epi dapat dilihat pada link berikut: disini

Apabila Anda adalah individu atau lembaga yang ingin mengadakan pelatihan serupa di wilayah Anda, permohonan kemitraan Pelatihan Zero Waste Lifestyle dapat diajukan ke: bit.ly/FormulirMitraZWL

Informasi, pertanyaan dan konsultasi lebih lanjut seputar Pelatihan ZWL dapat diajukan ke email: trainer@ypbb.or.id

Jangan lupa untuk terlebih dahulu mempelajari Proposal Pelatihan ZWL disini dan Kerangka Acuan Pelatihan ZWL disini. 

Salam Organis! :)


Foto peserta dialog antar-pihak dengan tema “Kualitas Hidup dan Keselamatan Kerja Petugas Pengelolaan Sampah” yang diselenggarakan Forum BJBS, Hari Sabtu, 14 September 2019, di RW 09 Kelurahan Sukaluyu.
(Sumber : Dokumentasi YPBB)
Pada hari Sabtu, 14 September 2019, Forum Bandung Juara Bebas Sampah (BJBS) menggelar dialog antar-pihak dengan tema “Kualitas Hidup dan Keselamatan Kerja Petugas Pengelolaan Sampah”. Kegiatan ini berlangsung di Taman Lansia RW 09 Sukaluyu, Jl. Jalaprang, Bandung. Penyelenggaraan acara dialog ini merupakan salah satu bentuk tindak lanjut nyata atas kepedulian pegiat lingkungan di Bandung mengenai keselamatan kerja petugas pengelola sampah.

Seperti yang diketahui sebelumnya, RW 09 Sukaluyu kehilangan salah seorang anggota pengelola sampah di wilayahnya, yaitu Hermawan, akibat infeksi bakteri dari luka terkena sampah tusuk sate. Hermawan merupakan seorang pengemudi motor sampah yang dioperasikan untuk mengantar sampah ke TPS terdekat. Ia tak sengaja menginjak sampah tusuk sate, dan nyawanya tak tertolong lagi akibat terlambat mendapat penanganan medis. Kejadian tersebut sangat menarik perhatian, hingga diadakan crowdfunding donasi untuk keluarga almarhum Bapak Hermawan.

Penyerahan dana donasi crowdfunding Kitabisa.com untuk perwakilan keluarga almarhum Bapak Hermawan, diwakili oleh istri mendiang (ketiga dari kanan).
(Sumber : Dokumentasi YPBB)
 Acara dialog yang diselenggarakan Forum BJBS hari itu, dibuka dengan sambutan serta doa bersama untuk almarhum Bapak Hermawan, dipimpin langsung oleh Ketua KBS Sapujagat, Bapak Komar. Kemudian, acara dilanjutkan dengan penyerahan dana hasil crowdfunding yang terkumpul kepada keluarga almarhum Bapak Hermawan. Suasana penyerahan donasi tersebut seketika diwarnai haru dari istri almarhum Bapak Hermawan.

Setelah rangkaian acara pembuka selesai, acara inti berupa dialog antar-pihak pun dimulai. Pihak-pihak yang berpartisipasi pada acara tersebut yakni perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, Ketua PD Kebersihan Kota Bandung, perwakilan KBS (Kawasan Bebas Sampah) Kota Bandung, Lurah dan Camat 8 Kelurahan Model Program Zero Waste Cities, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Bandung, dan pegiat lingkungan Kota Bandung. Dialog dimulai dengan pemaparan gambaran pengelolaan sampah saat ini, baik dari sudut pandang RW sebagai warga masyarakat, maupun Camat/Lurah sebagai stakeholder setempat. Secara umum, kondisi pengelolaan sampah saat ini masih dalam skema kumpul-angkut-buang, dimana petugas pengumpul menjadi salah satu pihak yang terbebani karena sampah dalam keadaan tercampur, lalu harus memisahkan sendiri sampah yang dapat dijual dari sampah residu.

Suasana dialog antar-pihak dihadiri oleh (dari kanan ke kiri) David Sutasurya (YPBB), Ria Ismaria (BJBS), Rohandi (Kasie Ekbang Kecamatan Bandung Kidul), Pengurus RW 09, Bijaksana Junerosano, Iqbal (Kitabisa.com), Kamalia Purbani (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung).
(Sumber : Dokumentasi YPBB)

Sementara itu, dari pihak Kecamatan Bandung Kidul, Bapak Rohandi, selaku Kasie Ekbang, menyampaikan bahwa Camat setempat sudah mengeluarkan surat perintah bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) tingkat Kecamatan dan Kelurahan Bandung Kidul untuk ikut serta berpartisipasi dalam sosialisasi ke masyarakat dan menerima keluhan ataupun laporan dari masyarakat. Di sisi lain, pihak Kecamatan Kiaracondong, Ibu Tia, menyampaikan bahwa pihak kecamatan dalam waktu dekat akan melakukan kerjasama dengan puskesmas setempat untuk mendukung kesejahteraan hidup petugas pengelola sampah.

Selaku perwakilan Dinas Kesehatan Kota Bandung, Bapak Yadi menyampaikan bahwa ia sepakat atas dukungan kesejahteraan hidup petugas pengelola sampah, terutama dari sisi kesehatan. Fasilitas kesehatan untuk pengelola sampah sebagai pekerja informal, menurut Pak Yadi, peraturannya sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 100 Tahun 2015, yaitu mengenai fasilitas pos UKK (Unit Kesehatan Kerja) bagi pekerja informal. Konsep pos UKK yaitu dikelola dari, oleh dan untuk masyarakat, serta puskesmas harus bekerjasama dengan kewilayahan setempat. Menurut Bapak Yadi, idealnya setiap kelurahan memiliki minimal 1 UKK, yang menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis kepada pekerja informal, juga screening potensi penyakit yang diakibatkan oleh jenis pekerjaan dari pekerja.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, Kamalia Purbani, tengah memberikan pandangan terkait tata kelola persampahan di Kota Bandung.
(Sumber : Dokumentasi YPBB)

Berbicara mengenai kesejahteraan, di samping perihal kesehatan, berarti juga perihal kesejahteraan pendapatan yang diterima pengelola sampah. Perwakilan Gober (gorong-gorong bersih) menyampaikan dalam forum, bahwa kendala yang dihadapi dalam pekerjaan adalah pendapatan yang tidak seimbang dengan resiko kesehatan dari pekerjaan. Belum lagi, harus menanggung keluarga, seringkali pendapatan yang diterima belum cukup.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, Ibu Kamalia Purbani mengakui bahwa tata kelola persampahan di Kota Bandung, khususnya mengenai besaran retribusi dinilai belum sepadan untuk peningkatan pengelolaan sampah. “Biaya retribusi dengan besaran seperti sekarang, menjadikan beban biaya operasional persampahan yang ditanggung pemerintah sangat besar karena biaya retribusi saja belum cukup menanggungnya”. Isu-isu seperti ini, menurutnya pun harus diinformasikan kepada khalayak, agar kepedulian terhadap kemajuan Kota Bandung dapat tumbuh dalam diri warga masyarakat, tidak peduli tingkat pendidikannya.

Menanggapi hal tersebut, pendiri YPBB, David Sutasurya, mengungkapkan bahwa kondisi tata kelola persampahan yang kini belum dapat menangani sampah dan menjamin kesejahteraan pengelola sampah perlu segera diperbaiki dari segi kebijakan. Selagi perbaikan kebijakan dilakukan, masyarakat dapat ikut serta dalam inisiasi tata kelola sampah yang lebih baik melalui pemilahan di rumah. Dengan memilah sampah dari rumah, masyarakat dapat membantu pengelola sampah terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya akibat sampah.

Saat ini, RW 09 Sukaluyu, area kerja almarhum Bapak Hermawan, sudah giat melakukan pemilahan sampah dari rumah dalam program Zero Waste Cities. Sampah diangkut secara terpilah dari rumah ke rumah, sehingga menurunkan potensi pengelola sampah terjangkit penyakit atau terluka akibat sampah tercampur. Konsep program tersebut adalah salah satu usaha yang dapat dilakukan kewilayahan sebagai dukungan kesejahteraan dan keselamatan kerja petugas pengelola sampah. Yuk, kompak pilah sampah dari rumah!