Welcome to our website !
Dalam UU 18/2008 tentang pengelolaan sampah, sudah mengamanatkan penanganan sampah haruslah menjalankan prinsip pengurangan sejak dari sumbernya. Salah satu konsekuensinya adalah, kebergantungan pada TPA perlu dikurangi secepatnya dengan program pengurangan dan pengolahan sampah di sumber. Oleh karena itu PP 81/2012 mengedepankan peran pengelola-pengelola kawasan untuk menjalankan sebanyak mungkin urusan pengelolaan sampah.
Salah satu tantangan terbesar adalah bagaimana menerapkan pendekatan penanganan sampah secara berwawasan lingkungan di kawasan-kawasan permukiman, yang merupakan sumber sampah terbesar di kawasan perkotaan. Berbagai upaya telah dilakukan dalam 20 tahun terakhir namun umumnya gagal menghasilkan sistem pengelolaan yang berkelanjutan.
Mother Earth Foundation (MEF) adalah Lembaga nirlaba dari Philipina yang sudah berhasil mewujudkan pengelolaan Sampah dengan prinsip Sustainable Solid Waste Management ini di setidaknya 244 kelurahan dari 4 kota besar dan 15 kota kecil di Philipina, sebuah negara tetangga dengan permasalahan sampah yang serupa dengan negara kita.


Perkumpulan YPBB melalui proyek Asia Pacific Action Against Plastic Pollution: Reducing land-based leakage of plastic waste in Philippines & Indonesia through zero waste systems and product redesign, dibawah supervisi MEF akan mengembangkan model pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan di kawasan pemukiman. Diharapkan program ini dapat menyelesaikan persoalan kebocoran plastik di perairan, khususnya sungai dan laut. Lembaga yang bekerjasama : Mother Earth Foundation, YPBB, GAIA, UPSTREAM, Story of Stuff Project, and The Lonely Whale.


Melalui Program Kawasan Bebas Sampah (KBS) yang diinisiasi oleh DLH Kota Bandung, mulai Oktober 2016 YPBB bekerja sama dengan Mother Earth Foundation (MEF) Pilipina mengembangkan model kawasan bebas sampah yang mempunyai sistem pengelolaan sampah terpadu dan terdesentralisasi, serta dapat berjalan secara berkelanjutan. Pengembangan inisiatif ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yang dikembangkan oleh MEF Philipina. Di Indonesia, program ini akan dilakukan selama 2 tahun, dengan intensif waktu selama 6-9 bulan yang akan dilaksanakan di 2 kelurahan dan 2 kecamatan di Kota Bandung.


Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Perkumpulan YPBB bekerja sama dengan PD Kebersihan Kota Bandung dan Kelurahan Babakan Sari, mulai menjalankan program KBS di Kelurahan Babakan Sari sejak bulan Maret 2017.  Tahapan kegiatan dimulai dari melakukan riset baseline data/kajian kondisi kelurahan, konsultasi dengan RW dan stakeholder, pembentukan ‘Dewan’ Pengelola Sampah Kelurahan, pengembangan desain sistem pengelolaan sampah skala kawasan, program kerja 10 tahun dan regulasi, pelatihan untuk petugas, edukasi door to door, ujicoba dan perbaikan sistem, penerapan secara penuh di seluruh kawasan dan terakhir monitoring dan penegakan hukum.


Untuk tahapan awal kegiatan, saat ini sedang dilaksanakan kegiatan Riset Baseline Data berupa penyebaran kuisioner ke warga tentang persepsi dan praktek pengolahan sampah yang selama ini terjadi (416 responden) dan pengukuran karakteristik dan timbulan sampah (68 responden). Responden dipilih secara acak yang berasal dari warga RW 1 - RW 18 se-Kelurahan Babakan Sari.


Targetnya adalah pengurangan jumlah sampah yang diangkut ke TPS/TPA sebanyak 70% dalam 2 tahun melalui pemisahan sampah dari sumber dan metode pengomposan yang disesuaikan dengan kondisi wilayah, serta meningkatnya partisipasi warga dalam mengelola sampah baik skala rumah tinggal dan komunal melalui ketaatan pemilahan mulai dari sumber.  Sehingga bisa mencegah masuknya 62.000 ton sampah (14.000 plastik) per tahun ke sungai atau laut.


Tujuan Spesifik program ini adalah 1) membuat model pengelolaan sampah yang mempunyai sistem pengelolaan sampah terpadu dan terdesentralisasi yang dapat berjalan berkelanjutan, 2)para pihak (pemerintah, masyarakat, pelaku usaha) mempunyai paradigma dan kemampuan pengelolaan yang tepat tentang prinsip-prinsip yang sesuai dengan UU 18/2008, 3) Pengembangan model peran kewilayahan dalam pengelolaan sampah dan replikasi model di Filipina.





Untuk memperluas keingintahuan khalayak tentang program ini, rencananya akan ada ekspose kegiatan program ‘Babakan Sari Menuju Kawasan Bebas Sampah’, pada :
Hari/Tanggal          : Rabu, tanggal 5 April 2017
Pukul                       : 09.00 – 10.30 WIB
Lokasi                     :   Ruang Pertemuan Kantor Kelurahan Babakan Sari, jalan Kampus IV, Babakan Sari, Kiara Condong dan TPST Babakan Sari
Acara                 : 1.  Pemaparan program KBS (David Sutasurya – Direktur Eksekutif  Perkumpulan YPBB
   2.  Tour ke TPST melihat proses pemilahan sampah


Harapan besar kami, dengan adanya pengembangan model Kawasan Bebas Sampah yang mempunyai sistem pengelolaan sampah terpadu, desentralisasi, dan berkelanjutan, bisa menjadi salah satu solusi tepat untuk menyelesaikan permasalahan sampah.


Media Kontak :
Perkumpulan YPBB
Ratna Ayu Wulandari - 0813 8037 6546

Anilawati Nurwakhidin - 0813 2037 5404

Dua hari berturut-turut, tim trainer YPBB merasakan kobaran semangat baru di 2 pelatihan Zero Waste Lifestyle. Pelatihan yang pertama berlangsung di SMK 5 Bandung pada tanggal 25 Februari 2017. Pelatihan yang terselenggara atas kerjasama YPBB dengan FK3I ini diikuti oleh siswa-siswi dari beberapa SMK di Bandung. Foto kegiatan lebih lengkap silakan tengok di sini

Foto: Alfian Widiantono

Kobaran semangat kedua didapatkan dari para pemuda di area Kelurahan Campaka Kota Bandung. Semangat tersebut difasilitasi oleh ICDC untuk menjadikannya sebagai karya nyata bagi perubahan di area tersebut. Pelatihan di hari libur ini, yaitu pada hari Minggu 26 Februari 2017, dihadiri pemuda dari berbagai RT dan diselenggarakan di balai RW. Cerita lengkap tentang pelatihan tersebut ditulis oleh Irvan Santosa di sini


Foto: Bayu Rakhmatullah

Kedua pelatihan tersebut membawa semangat yang sama yaitu semangat untuk berbuat langsung dari rumah. Untuk kurangi sampah dari rumah sampai 70% hanya butuh 2 langkah sederhana saja! Penasaran? Yuk adakan juga pelatihan sejenis di komunitas anda! Simak info detilnya di sini.


Foto: Irvan Santosa


 

Dari segi edukasi, Pelatihan Zero Waste Lifestyle merupakan salah satu bentuk upaya strategis YPBB dalam mengkampanyekan gaya hidup organis (selaras alam) kepada masyarakat. Guna memperluas dampak kampanye ini, YPBB membuka ruang agar masyarakat dapat terlibat untuk mengambil peran utama dalam pelatihan tersebut sebagai Trainer YPBB. Peluang khusus untuk menjadi Trainer YPBB dibuka kembali pada Bulan Oktober 2016 lalu. Dua belas orang calon Trainer YPBB yang terjaring dari proses pendaftaran tersebut telah mengikuti proses ToT (Training of Trainer) yang berlangsung pada tanggal 29-30 Oktober 2016 dan 12-13 November 2016 lalu. 

Apakah mewujudkan kawasan yang Zero Waste itu suatu hal yang mungkin? Pada prakteknya, upaya mewujudkan kawasan zero waste memang memiliki tantangan tersendiri. Namun, sudah banyak kisah sukses kota-kota yang berhasil menerapkan konsep zero waste, tak terkecuali di beberapa kota di Asia.

Pada tanggal 21-22 Oktober 2016 lalu, telah berlangsung Pelatihan Model Kawasan Zero Waste yang bertempat di Aula Pikiran Rakyat, Jl. Asia-Afrika No.77 Bandung. Pelatihan yang menghadirkan Froilan Grate dari Mother Earth Foundation (MEF) sebagai pembicara tersebut terselenggara atas kerjasama kolaborasi Forum BJBS (Bandung Juara Bebas Sampah), didukung oleh Ikatan Alumni ITB Jabar, PD. Kebersihan Kota Bandung, dan Pikiran Rakyat. Pelatihan ini diikuti oleh sejumlah peserta perwakilan dari PD. Kebersihan, kelurahan, Kawasan Bebas Sampah (KBS), dan komunitas lingkungan Kota Bandung.

Pada sesi pelatihan di hari pertama, Froilan Grate berbagi pengalamannya mewujudkan model kawasan Zero Waste di 7 kota di Filipina. Froi berbagi kisah sukses penerapan konsep zero waste skala kelurahan (di Filipina disebut barangay) di Metro Manila, dan skala kota di San Fernando City. Pelatihan berlanjut dengan workshop di hari kedua, yakni menggali ide bersama untuk merumuskan strategi membangun model kawasan zero waste skala kelurahan di Kota Bandung.

Kegiatan ini diliput di surat kabar Pikiran Rakyat (21/10/16) dan media Pikiran Rakyat online.


Menjadi Trainer YPBB…
______________________________________________________________________________________
YPBB percaya bahwa upaya penyelamatan lingkungan dan keberlanjutan bumi bisa berhasil bila seluas-luasnya masyarakat ikut terlibat. Untuk itu, YPBB berusaha untuk mengembangkan upaya-upaya untuk melibatkan masyarakat seluas-luasnya.
Pelatihan-pelatihan adalah upaya strategis YPBB dalam mengusung kampanye pola hidup organis. YPBB membuka ruang agar masyarakat dapat mengambil peran utama dalam pelatihan-pelatihan tersebut melalui Program Trainer YPBB. Lewat progam ini, Anda menjadi basis kampanye YPBB yang memiliki standar kualitas tinggi. YPBB akan mengurus berbagai hal agar Anda bisa fokus pada peran utama Anda sebagai trainer. YPBB menata panggungnya, Anda yang jadi bintangnya..


Bagaimana Anda bisa mengambil peran..?
Bila menjadi seorang trainer bisa menjadi jalan untuk menularkan kepedulian Anda kepada orang lain, maka Anda mungkin orang yang tepat untuk mengambil peran ini. Anda memiliki modal awal untuk membuat peran Anda sebagai trainer menjadi sesuatu yang menyenangkan dan bermakna bagi hidup Anda.
Perlu waktu untuk menjadi seorang trainer. Tapi tidak sebanyak yang Anda bayangkan. Hanya butuh sebagian dari waktu luang Anda. Sebagai gambaran, satu kali pelatihan membutuhkan sekitar 3 hingga 5 jam. Selama itulah waktu luang yang Anda butuhkan untuk menjadi trainer YPBB.
YPBB mengembangkan berbagai sistem agar Anda bisa fokus pada peran utama Anda sebagai trainer, sehingga sebagian waktu luang Anda itu bisa memberikan kontribusi yang optimal pada kampanye gaya hidup organis, dan upaya untuk mewujudkan dunia yang zero waste.


Anda pasti bisa jadi trainer YPBB, kalau…
1.       Punya kepedulian tentang lingkungan, khususnya isu sampah.
2.       Suka berbagi pengalaman dan pengetahuan pada orang lain.
3.       Punya kemampuan dasar public speaking (ngga mudah demam panggung).
4.       Pernah ikut Pelatihan ZWL YPBB.
5.       Punya waktu luang yang ingin digunakan.
6.       Berdomisili di Bandung minimal untuk 1,5 tahun ke depan.
Proses Yang Akan Anda Ikuti Untuk Menjadi Trainer..
YPBB mengembangkan sistem fasilitasi yang menyeluruh untuk membantu Anda melihat dan merasakan langsung, bagaimana menjadi seorang trainer YPBB. Berdasarkan pengalaman itu, Anda bisa memutuskan, apakah menjaditrainer adalah sesuatu yang menyenangkan, efektif, dan bermakna bagi Anda, atau tidak.
YPBB akan menyediakan media bagi Anda untuk mengenal program ini dan mengenali potensi diri Anda sendiri sebagai seorang calon trainer. Setelah memutuskan untuk menjadi seorang calon trainer, Anda akan mengikuti ToT (training of trainers) untuk memahami materi pelatihan, berlatih menjadi fasilitator, dan mengenal berbagai peran dalam Tim Trainer (pencatat proses, trainer dan co-trainer). Proses kemudian diteruskan dengan proses magang, di mana Anda merasakan langsung setiap peranan dalam Tim Trainer.
Untuk semua proses itu, Anda mungkin perlu menyediakan waktu sekitar 5 – 7 jam per bulan. Waktu tersebut meliputi berbagai waktu untuk persiapan pelatihan dan evaluasi. Untuk proses ToT, karena prosesnya cukup panjang, maka dibutuhkan waktu dua hari berturut-turut di akhir pekan (pilihannya antara tanggal 22 dan 23 Oktober 2016 atau 29 dan 30 Oktober 2016, di Jalan Jalak No. 20 Bandung). Waktu fix ToT akan diumumkan kemudian, berdasarkan pilihan terbanyak dari pendaftar.


Jadi..?


Untuk menjadi bagian dari dunia yang zero waste sebagai trainer YPBB, Anda hanya tinggal mengisi:
  1. test kepribadian bisa di download di sini. Form yang sudah diisi silakan dikirimkan kembali ke email trainer@ypbb.or.id


Keduanya silakan dikumpulkan sebelum hari Sabtu 15 Oktober 2016 jam 17:00 WIB.
Batas maksimal peserta pelatihan hanya 20 orang. Pengumuman peserta yang terpilih akan diinformasikan pada Selasa 18 Oktober 2016 maksimal jam 12:00 WIB melalui email.


Pertanyaan lebih lanjut dapat diajukan ke alamat email trainer@ypbb.or.id, atau ke nomor telpon 0856-2480-5640​⁠ (Euis)
Keterangan lebih lanjut, dapat Anda dapatkan dalam dokumen Kerangka Program Trainer YPBB.







Jakarta, 15 September 2016 ­ Sebuah terobosan visi global baru untuk masa depan yang bebas dari polusi plastik dirilis hari ini oleh jaringan 90 LSM. Visi global baru ini memaparkan 10 prinsip dengan tujuan akhir menciptakan 'masa depan yang bebas dari polusi plastik'. Aksi ini merupakan langkah pertama dari gerakan global untuk mengubah secara mendasar persepsi dan penggunaan plastik.


Para ilmuwan memprediksi bahwa tanpa tindakan cepat tanggap dan mendesak akan ada lebih banyak plastik daripada ikan di laut pada tahun 2050, yang akan mengancam keanekaragaman hayati laut dan mempercepat penyebaran dan sirkulasi racun ke dalam pangan laut yang kita konsumsi. Beberapa studi menunjukkan bahwa pencemaran plastik dari Indonesia tersebar luas ke perairan internasional dan telah memasuki rantai makanan. Plastik dalam ukuran mikro juga ditemukan dalam perut ikan yang dikonsumsi di pasar Indonesia. Hal ini merupakan ancaman besar bagi Indonesia sebagai negara maritim dan tanggung jawab kepada komunitas global.


Meskipun bahaya paparan polusi plastik mengancam kesejahteraan manusia dan planet kita, pemerintah dan industri sejauh ini gagal mewujudkan perubahan sistemik yang diperlukan untuk memecahkan masalah tersebut. Padahal, UU 18/2008 telah memandatkan kebijakan pengurangan sampah secara mendasar.


Di Indonesia, penerapan kebijakan bea masuk yang tinggi untuk bahan baku plastik akan memberi  peluang  besar  untuk  mengurangi  penggunaan  plastik  secara  mendasar  dan mencegah terciptanya sampah plastik. Namun, hal ini tidak dapat dilakukan tanpa komitmen penuh penyusun kebijakan terhadap siklus hidup plastik mulai dari ekstraksi minyak, desain, sampai ke tahap akhir produk.


"Ini pertama kalinya kelompok­-kelompok dari seluruh dunia berkumpul bersama-­sama untuk merumuskan solusi untuk masalah polusi plastik. Deklarasi Tagaytay adalah awal dari sebuah gerakan yang akan membuat pemerintah, kota­-kota dan perusahaan-­perusahaan mengambil tindakan segera dan ambisius untuk mengatasi masalah yang berkembang dengan pesat ini," ujar David Sutasurya, salah satu penggagas #BreakFreeFromPlastic yang juga Direktur YPBB.


"Jumlah plastik yang luar biasa besar ini digunakan oleh para pendukung teknologi termal untuk membenarkan teknologi pembakaran atas nama ‘waste to energy’," lanjut Yuyun Ismawati, Co-­Coordinator  Koalisi  Nasional  Tolak  Bakar  Sampah  yang  juga  pemenang  Goldman Environmental Prize 2009.


"Kami mendukung salah satu prinsip dari gerakan global ini yaitu: Tidak ada insinerator baru yang dibangun, dan insentif energi terbarukan untuk pembakaran plastik dan sampah harus dihentikan. Hal ini termasuk gasifikasi, pirolisis, tanur semen, dan fasilitas "sampah menjadi energi" lain dengan teknik pembakaran,” tegas Yuyun Ismawati.


Pemerintah   Indonesia   dan   perusahaan   multinasional   harus   bertanggungjawab   atas penggunaan  plastik  dalam  pola  produksi  dan  konsumsi  serta kerusakan lingkungan yang dihasilkan, yang seringkali sangat berdampak pada kelompok-­kelompok rentan dan sensitif di seluruh dunia. Kami menentang segala bentuk double standard yang diterapkan negara lain dan perusahaan multinasional kepada Indonesia maupun negara berkembang lainnya, terkait isu plastik dan teknologi thermal. Tanpa usaha yang kuat dan terintegrasi, serta komitmen dari penyusun kebijakan, sektor bisnis akan terus menggunakan plastik tanpa pandang bulu dan polusi yang terjadi akan lebih intensif.


Koalisi LSM Indonesia untuk plastik dan zero waste berjuang untuk perubahan kebijakan untuk masa depan yang bebas dari polusi plastik.


Lihat    pernyataan    visi    dalam    video    dan    baca    lebih    lanjut    tentang    proyek #BreakFreeFromPlastic.


Kontak Pers:
Rahyang Nusantara - ­ Perkumpulan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik


M. Adi Septiono - ­ BaliFokus
081313653636 | tio@balifokus.asia


David Sutasurya - ­ YPBB


Penandatangan (signatories) Deklarasi Tagaytay #BreakFreeFromPlastic dari Indonesia:
1.  BaliFokus
3.  YPBB