Welcome to our website !

Sejak 26 Maret 2020, YPBB mulai melakukan penggalangan dana untuk memberikan sarana Alat Pelindung Diri (APD) kepada para petugas sampah. Tanpa kami duga ternyata dalam 4 hari #DonasiAPD untuk petugas sudah terpenuhi. Dalam rencana kami ingin memberikan #DonasiAPD kepada 340 petugas sampah RW di Bandung Raya.

Proses #DonasiAPD inipun kami perpanjang hingga 20 April 2020. Dan kami memberikan #DonasiAPD tahap kedua yang dibagikan kepada 266 petugas yang sebagian besar berada di daerah dampingan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung. 

Pembagian #DonasiAPD tahap 1 dibagikan pada rentang 6 April 2020 sampai 15 April 2020. Paket APD ini dibagikan kepada petugas sampah RW di Bandung Raya oleh tim lapangan program Zero Waste Cities. Dalam pembagian #DonasiAPD pun, tim lapangan mengingatkan kepada petugas bahwa pentingnya menggunakan APD secara rutin dalam melaksanakan tugasnya. Sedangkan #DonasiAPD tahap 2 dibagikan pada rentang waktu 20 April 2020 sampai 25 April 2020



#DonasiAPD yang kami terima dalam bentuk uang dan juga barang. Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di sini. Total penggalangan dana sejumlah Rp. 57.210.000,00 dan digunakan untuk donasi tahap 1 dan 2 sejumlah Rp.48.221.827.00. Sisa uang dari penggalangan dana ini akan disalurkan pada proses #DonasiAPD selanjutnya. 




Paket #DonasiAPD yang diterima oleh para petugas sampah terdiri dari masker kain , sarung tangan karet, sabun cuci tangan cair, hand sanitizer dan madu ini diharapkan dapat mendukung proses kerja petugas yang lebih aman dan menjaga mereka dari virus corona.

Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh donatur yang telah memberikan donasinya untuk bisa melindungi para petugas sampah saat menjalankan tugasnya.

Untuk melihat dokumentasi dari proses pembagian #DonasiAPD bisa dilihat di bit.ly/FotoAPDYPBB






Bandung, 8 April 2020

YPBB menggalang donasi sebesar Rp 30.600.000,- untuk mendukung 340 petugas pengelola sampah di Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung yang selama ini telah didampingi oleh YPBB dalam program Zero Waste Cities. Target donasi terpenuhi hanya dalam empat hari setelah diumumkan di tanggal 26 Maret 2020 dan akan tetap dibuka sampai tanggal 20 April 2020. 

Menurut David Sutasurya, Direktur Eksekutif YPBB menyatakan bahwa program ini dilakukan karena pemerintah belum hadir di sektor pengumpulan. Sektor yang justru paling krusial kalau kita mau mencegah sampah masuk sungai. Kehadiran sistem pemerintahan di pengumpulan secara bertahap sedang diujicoba di Kota Bandung dan Kota Cimahi. Mulai dengan PERDA baru yang sudah selesai, dan sekarang ke tahap penyiapan aturan teknis dan ujicoba di dua kelurahan di setiap kota (dimana pemerintah mulai mengambil alih sistem pengumpulan).

Kalau proses ini berhasil, ke depan APD petugas tidak perlu mengandalkan donasi lagi. Untuk itu pemerintah daerah perlu didukung agar beban biaya pengangkutan dan pemrosesan akhir jangan memberatkan. Dan lebih baik lagi kalau ada skema bantuan finansial untuk proses transisi Karena proses transisi ini membutuhkan investasi yang cukup besar.

Sampai hari ini (8 April 2020) dukungan sudah disalurkan ke 110 petugas sampah dan donasi terkumpul sudah mencapai 58 juta Rupiah. Pembagian tahap pertama ini diperkirakan akan selesai tanggal 15 April 2020. Pada tahap kedua, pembagian paket Alat Pelindung Diri (APD) akan dilanjutkan ke petugas pengomposan dan petugas pengelola sampah di kelurahan dampingan yang belum mendapatkan, juga diperluas ke RW-RW lain yang selama ini menjadi binaan DLHK Kota Bandung.


Petugas sampah di RW 7 Kelurahan Leuwigajah Cimahi yang sudah terima bantuan APD 

Petugas sampah di RW 3 Kelurahan Sekeloa Bandung yang sudah terima bantuan APD 

Penggalangan dukungan ini dilakukan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelola sampah karena setiap harinya menghadapi resiko kesehatan yang tinggi, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini, tapi seringkali luput mendapat perhatian. Dukungan berupa masker kain, sarung tangan karet, sabun cuci tangan, hand sanitizer, madu, buah, tas kain, dilengkapi dengan himbauan untuk petugas pengumpul sampah. 


Paket APD yang dibagikan kepada petugas pengumpul sampah RW

“Seperti kita tahu bersama, petugas sampah tidak bisa berhenti melaksanakan tugasnya, karena masyarakat menghasilkan sampah setiap hari. Sebagai konsekuensinya mereka harus berhadapan dengan resiko tertular penyakit CORONA dan berpotensi menulari anggota keluarganya bahkan orang lain disekitarnya. Jika menyentuh langsung material sampah yang menjadi media penularan virus tersebut seperti masker bekas pakai yang kebetulan dibuang oleh masyarakat. APD yang diberikan akan sangat bermanfaat untuk mengurangi resiko tersebut, mengingat tingginya penggunaan masker di saat saat ini, yang berpotensi tingginya timbulan sampah jenis ini di tengah tengah masyarakat.

Saya berharap kegiatan pemberian bantuan APD ini dapat diikuti oleh stakeholder lainnya. Kita harus ingat bahwa sampah adalah tanggung jawab kita bersama dan untuk itu kita juga harus bertanggung jawab  untuk mencegah penularan wabah Corona di kegiatan pelayanan persampahan.” Apresiasi terhadap gerakan ini diberikan salah satunya oleh Mochammad Ronny, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi.

Dr. Kamalia Purbani, MT, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung mengapresiasi sambil menambahkan himbauan bagi masyarakat, “Saya menyambut baik inisiatif dan kepedulian dari YPBB kepada para petugas pengumpul sampah di beberapa kelurahan. Saya berharap upaya ini bisa diikuti dengan edukasi kepada petugas pengumpul sampah dan rumah tangga yang diambil sampahnya agar dapat memisahkan sampah masker sekali pakai tidak digabung dengan jenis sampah lainnya”

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Asep Kusumah menyatakan “Kita sangat mengapresiasi empati dan dukungan dari teman-teman YPBB mudah-mudahan menjadi inspirasi dan motivasi bagi yang lainnya. Info sementara kami baru membekali petugas armada (staf UPT yang berada di bawah DLH Kabupaten Bandung) dengan APD juga membersihkan truk sampah dengan desinfektan.” 

Sementara itu para donatur sebenarnya sudah menaruh perhatian terhadap para petugas pengumpul sampah seperti dinyatakan oleh Rima Putri Agustina, Bali “Karena saya merasa para petugas itu punya resiko tertular berbagai penyakit, tidak hanya covid-19. Selama ini mungkin kita tidak terlalu memperhatikan.”

“Mungkin saya bisa bantu walaupun dananya ga besar. Karena sedih sekali rasanya melihat mereka setiap hari kumpulkan sampah. Sampah kan kotor. Saya takut mereka terkena penyakit parah. Termasuk corona. Padahal mereka rata-rata lansia. Semoga mereka selalu diberi kesehatan.” kata Nur Anizah Caesarwanty, Bandung.

Dukungan lain juga diberikan oleh GAIA (Global Alliance for Incinerator Alternatives) yang menyatakan akan menggulirkan dana sebesar USD 3.000 untuk distribusi alat pelindung diri dan sembako bagi para petugas pengelola sampah.

Kepedulian terhadap petugas sampah sebelumnya sudah dilakukan YPBB dengan menginisiasi uji kesehatan gratis dan pembagian sembako bagi 103 petugas sampah di kawasan dampingan YPBB dalam program Zero Waste Cities di Kota Bandung. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2020, dengan tujuan mengapresiasi dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap petugas pengumpul sampah. 

YPBB adalah organisasi non-profit yang dirintis sejak tahun 1993, mendedikasikan diri untuk membantu masyarakat mencapai kualitas hidup yang tinggi dan berkelanjutan melalui gaya hidup selaras alam. Sejak 2005 YPBB fokus dalam isu zero waste. Tahun 2017 menjalankan Program Zero Waste Cities bekerjasama dengan GAIA, Mother Earth Foundation (MEF), didanai oleh Plastic Solutions Fund. Program Zero Waste Cities menerapkan pemilahan sampah dari sumber sehingga sampah yang dibawa ke TPA bisa berkurang dan otomatis meningkatkan kualitas hidup petugas sampah.

Selengkapnya tentang penggalangan donasi publik bisa dilihat di sini
Foto pembagian APD lainnya: bit.ly/FotoAPDYPBB 

Narahubung: Anilawati Nurwakhidin
081320375404





Sebuah hak istimewa saat kita berkesempatan untuk #dirumahaja untuk mencegah penyebaran Covid-19. Namun ada orang-orang yang tetap perlu bekerja di luar rumah untuk memenuhi kebutuhan hidup dan "melayani kita". Petugas sampah merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang tidak bisa #dirumahaja. Tanpa mereka, dapat terjadi penumpukan sampah, baik di permukiman maupun jalanan, yang tentunya akan memperparah keadaan.

Selama masa pandemi ini, kebutuhan masker sekali pakai dan tisu melonjak tinggi. Orang-orang berlomba membelinya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Akhirnya, sampah masker sekali pakai, tisu, dan sampah infeksius lainnya juga meningkat drastis. Petugas sampah pun mau tidak mau harus berhadapan dengan sampah-sampah infeksius tersebut, padahal banyak petugas sampah yang tidak memiliki alat pelindung diri (APD) sehingga sangat rentan terpapar Covid-19.

Lewat kampanye ini YPBB mengajak anda dan kita semua untuk mencegah virus corona masuk ke tubuh petugas sampah, yaitu dengan memilah sampah, khususnya sampah-sampah infeksius, dan mengajak anda untuk berdonasi. Donasi akan digunakan untuk menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi petugas pengumpul sampah RW dan juga vitamin untuk meningkatkan imunitas. 

Melalui donasi anda, 340 petugas pengumpul sampah RW di Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung akan mendapatkan masing-masing 1 paket bantuan senilai Rp. 90.000,00 berupa: 
  • 2 buah masker kain 
  • 2 buah sarung tangan karet
  • 1 botol sabun cuci tangan cair 
  • 1 botol hand sanitizer
  • 1 botol madu
  • Buah pisang 1 Kg (terbatass bagi 50 petugas pegumpul sampah RW terdekat dengan Urban Center YPBB)
  • 1 buah tas kain
  • 1 lembar himbauan untuk petugass pengumpul sampah RW



List petugas pengumpul sampah RW yang akan mendapatkan donasi dapat dilihat di sini

Donasi dalam bentuk uang dapat ditransfer ke nomor rekening 010800002569 (Bank OCBC NISP) atas nama YPBB . Setelah mengirimkan donasi berbentuk uang, mohon bukti transfernya dikirimkan ke nomor 085723590676 (whatsapp). Kelebihan Donasi akan disalurkan melalui #DonasiAPD tahap kedua dan kami masih menerima donasi hingga tanggal 20 April 2020.

Paket untuk petugas pengumpul sampah RW ini akan disalurkan pada tanggal 6-15 April 2020 oleh tim lapangan program Zero Waste Cities YPBB. Tim lapangan juga berperan untuk mengingatkan pentingnya penggunaan APD secara rutin kepada petugas pengumpul sampah RW. Info dan pertanyaan lebih lanjut, dapat menghubungi 085723590676.

=======================================================================


Update Donasi APD YPBB

 Pada penghujung tahun 2019 lalu, tepatnya pada bulan November dan Desember. Pelatihan ZWL (Zero Waste Lifestyle) yang diadakan oleh YPBB masih didominasi oleh permintaan dari wilayah dampingan Zero Waste Cities (ZWC) YPBB di Kota Bandung. Beberapa wilayah yang telah atau sedang menjalani tahapan ZWC tersebut mengadakan Pelatihan ZWL dengan maksud untuk penguatan pemahaman tentang Zero Waste Lifestyle di wilayah. Seperti RW 04 Sekeloa misalnya. RW ini telah menyelesaikan tahapan Door To Door Collection (pengumpulan sampah terpilah dari rumah ke rumah) dan telah menyelesaikan tahapan monitoring dan evaluasi. 


Pada tanggal 5 November 2019, dengan dihadiri sekitar 20 orang yang terdiri dari ibu-ibu kader PKK RW, dilaksanakanlah Pelatihan ZWL di RW 04 Sekeloa yang difasilitasi dua orang relawan Trainer YPBB yaitu Ayu Kusumawati dan Taufik Budiman.   


Pelatihan ZWL RW 04 Sekeloa
Pelatihan ZWL RW 04 Sekeloa : Simulasi Takakura


RW lain yang juga menjalankan Pelatihan ZWL pada bulan November yaitu RW 06 Sadang Serang. RW tersebut juga telah menyelesaikan tahapan Door To Door Collection. Dengan dihadiri sekitar 25 orang yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu dan karang taruna, dilaksanakanlah Pelatihan ZWL pada tanggal 23 November 2019 yang bertempat di Kantor RW 06 Sadang Serang.     

Pelatihan ZWL 06 Sadang Serang : Peserta

Pelatihan ZWL RW 06 Sadang Serang : Game Pemilahan
Pelatihan ZWL RW 06 Sadang Serang : Trainer Ayu Kusumawati

Dua pelatihan lainnya di bulan November 2019 yaitu Pelatihan ZWL dengan Komunitas Cika-Cika pada tanggal 16 November 2019 dan Pelatihan ZWL dengan PKK Kelurahan Lebak Gede tanggal 21 November 2019. 

Pelatihan ZWL Komunitas Cikapundung Cikalapa (Cika Cika), Dago
Pelatihan ZWL PKK Kelurahan Lebak Gede
Relawan Dokumentasi Pelatihan ZWL

Pada bulan Desember 2019, kami juga mulai melibatkan kembali Relawan Dokumentasi dalam Pelatihan ZWL. Pelibatan relawan tersebut dimaksudkan untuk membuka peluang pihak luar untuk mengikuti kegiatan-kegiatan YPBB, serta memberi kesempatan mereka untuk dapat lebih mengenal tentang YPBB.



Relawan Dokumentasi bertugas untuk mendokumentasikan Pelatihan ZWL dalam bentuk foto dan tulisan.

Berikut adalah hasil foto dan liputan dua Relawan Dokumentasi Pelatihan ZWL YPBB dari dua Pelatihan ZWL di RW 09 dan RW 07 Sadang Serang.

Relawan Dokumentasi Pelatihan ZWL RW 07 Sadang Serang: Ardy Ramdani Pratama.

Relawan Dokumentasi Pelatihan ZWL RW 09 Sadang Serang: Deasy Monica Parhastuti.

Info tentang bagaimana cara untuk mengadakan Pelatihan ZWL di tempat Anda dapat diperoleh pada link berikut ini: bit.ly/PelatihanZWLInfo



(Sumber Foto : Dokumentasi YPBB)

Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tanggal 21 Februari 2020 merupakan sebuah momen peringatan untuk mengenang kejadian luar biasa mengenai bencana longsor sampah yang terjadi di TPA Leuwigajah Kabupaten Bandung pada tanggal 21 Februari 2005. Bencana longsor TPA Leuwigajah tersebut berdampak pada hilangnya 2 kampung yang tertimbun longsoran sampah (Cilimus dan Gunung Aki) dengan korban jiwa mencapai 150 orang. Bencana longsor sampah yang tidak terlupakan tersebut merupakan dampak dari kurang baiknya sistem pengelolaan sampah terpusat dan kurangnya kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah rumah tangganya.

Program Zero Waste Cities yang diinisiasi oleh YPBB ini berafiliasi dengan program kerja KangPisMan Kota Bandung periode 2018-2023. Program ini mengedepankan peran pemerintah, dalam hal ini pihak kelurahan, sebagai pemimpin dalam penerapan sistem pengelolaan sampah di kawasan. 

Salah satu target dalam Program Zero Waste Cities ini adalah meningkatkan kualitas hidup petugas pengumpul sampah. Kebersihan wadah pengumpulan sampah dan pemilahan sampah sesuai dengan jenisnya merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir akibat dari mikroorganisme penyebab penyakit yang dapat mempengaruhi kesehatan petugas pengumpul sampah dari jenis-jenis sampah yang dapat melukai. 

 Salah satu contoh kejadian pengumpulan sampah yang melukai petugas adalah tragedi meninggalnya Pak Hermawan petugas pengelola sampah di wilayah Kelurahan Sukaluyu dan Pak Udung petugas pengumpul sampah di wilayah Kelurahan Neglasari, Kota Bandung, akibat dari infeksi luka terkena tusuk sate ketika mengumpulkan sampah tercampur dari warga. Berbeda halnya dengan Pak Udin petugas pengumpul sampah di wilayah Kelurahan Sukaluyu, Pak Udin mengaku sudah beberapa kali terluka akibat sampah tusuk sate yang tercampur diantara sampah lainnya. Beruntung, ia selalu sigap untuk pergi ke puskesmas atau rumah sakit terdekat setelah terluka, sehingga tidak berujung pada infeksi yang mengancam nyawa. Tidak semua petugas pengumpul sampah memiliki kesadaran seperti Pak Udin, keterlambatan penanganan infeksi luka para petugas sering kali disebabkan oleh keengganan para petugas pengumpul sampah untuk berobat karena dirasa berat mengeluarkan biaya pengobatan. Sedangkan para petugas ini kurang  mendapatkan bantuan dari pihak kewilayahan untuk menjamin serta membantu biaya pengobatannya. 

Atas kondisi tersebut, salah satu upaya yang YPBB lakukan sebagai rasa terima kasih serta penghargaan atas jerih payah dan kerja keras yang dilakukan oleh para petugas pengumpul sampah di RW, YPBB akan memfasilitasi para petugas tersebut untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis, dimana fasilitas tersebut jarang sekali didapatkan oleh mereka. Melalui momen HPSN 2020 bertemakan Lingkungan, Kesehatan, dan Pekerja Sampah,  YPBB bekerjasama dengan DLHK Kota Bandung, UPT Puskesmas Cijerah, UPT Puskesmas Puter & UPT Puskesmas Neglasari akan memberikan cek kesehatan untuk para petugas sampah yang bertempat di Kantor Kelurahan Gempolsari pada tanggal 20 februari 2020, Kantor Kelurahan Sadang Serang pada tanggal 21 februari 2020, dan di Taman Jalaprang Kelurahan Sukaluyu pada tanggal 22 februari 2020. Melalui ajang ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi masyarakat umum dan para pemangku kepentingan di wilayah untuk dapat lebih meningkatkan kesejahteraan para petugas sampah ke depannya.

 Di Kelurahan Gempolsari pelaksanaan kegiatan dihadiri oleh pihak Kecamatan Bandung Kulon, Lurah Gempolsari, para ketua RW dan sekitar 37 orang petugas pengumpul sampah. Tanggapan Lurah Gempolsari Tri Setia Handayani mengenai kegiatan HPSN yang diinisiasi YPBB ini “ kegiatan seperti ini bagus sekali dilakukan secara rutin, terlebih sasarannya adalah para petugas sampah yang seringkali luput dari perhatian mengenai kesehatannya ”.  

Hal serupa diungkapkan oleh Shendi Hendarlin sebagai salah satu Tim Zero Waste Cities YPBB Kota Bandung, berikut ungkapnya “ kegiatan HPSN ini sebagai salah satu momentum penting refleksi bagi semua orang terlebih pemerintah untuk jauh lebih memperhatikan kesejahteraan dan keselamatan para pengumpul sampah yang rentan akan resiko kesehatan dari pekerjaan mereka, lebih jauh kegiatan ini pun semakin mendorong agar pemilahan sampah agar semakin digalakan selain untuk meminimalisir resiko kesehatan para petugas sampah tentunya sedikit banyak mampu mengurangi jumlah kiriman sampah ke TPA ”.


CP : 0812-8418-3897 (Shendi Hendarlin) 


Program Trainer adalah salah satu program dibawah Divisi Kampanye Zero Waste YPBB yang menjalankan berbagai Pelatihan Zero Waste Lifestyle (ZWL) untuk para Mitra pelatihan, beserta juga pengelolaan para relawan Trainernya.

Relawan Trainer adalah mereka yang memiliki minat dan kemampuan sebagai trainer, serta memiliki waktu luang (di luar waktu profesionalnya), sehingga dapat mengambil peran lebih dan berkontribusi dalam kampanye pola hidup organis yang diadakan oleh YPBB.

Pada periode Trainer kali ini (7 Maret 2019 - 7 Maret 2020), 89 orang dari berbagai usia dan profesi sangat antusias untuk mengambil peran baik sebagai Trainer YPBB. 47 orang tersaring untuk mengikuti magang Trainer selama 3 bulan, dan dari proses magang tersaring kembali 16 orang yang diterima untuk menjadi Relawan Trainer baru YPBB untuk periode 1 tahun (2019 - 2020). Selain 15 orang Trainer baru tersebut, ada pula 6 orang Trainer lama atau Trainer senior yang membantu proses supervisi para Trainer baru. Total Trainer YPBB pada periode ini adalah 21 orang Trainer.

Mitra Pelatihan ZWL YPBB berasal dari berbagai kalangan, baik individu, maupun lembaga.Berikut adalah pelatihan-pelatihan yang terselenggara selama masa magang Trainer dan sepanjang April - September 2019:
1. Pelatihan ZWL Rumah Cemara, 14 Desember 2018
3. Pelatihan ZWL Relawan KangPisMan, 22 Desember 2018
4. Pelatihan ZWL Cintabumi (Seri 1), 6 Januari 2019
5. Pelatihan ZWL PAUD Al-Muhajirin, 14 Februari 2019
11. Pelatihan ZWL RW 06 Balonggede, 11 Mei 2019
14. Pelatihan ZWL Staf YPBB, 14 September 2019
15. Pelatihan ZWL RW 09 Gempolsari, 17 September 2019


Trainer ZWL YPBB 2019-2020: Ayu Kusumawati, Cendra Panni, Dania Permanasari, Della Sabarini, Ridho Tadjudin, Taufik Budiman, Yazied Taqiyuddin Ahmad.

Info lebih lanjut seputar Pelatihan ZWL dapat Anda lihat pada link berikut ini: http://bit.ly/PelatihanZWLInfo
Kontak pengelola Program Trainer dapat melalui email trainer@ypbb.or.id.

Salam Organis! :)