Welcome to our website !

Menjadi Trainer YPBB…
______________________________________________________________________________________
YPBB percaya bahwa upaya penyelamatan lingkungan dan keberlanjutan bumi bisa berhasil bila seluas-luasnya masyarakat ikut terlibat. Untuk itu, YPBB berusaha untuk mengembangkan upaya-upaya untuk melibatkan masyarakat seluas-luasnya.
Pelatihan-pelatihan adalah upaya strategis YPBB dalam mengusung kampanye pola hidup organis. YPBB membuka ruang agar masyarakat dapat mengambil peran utama dalam pelatihan-pelatihan tersebut melalui Program Trainer YPBB. Lewat progam ini, Anda menjadi basis kampanye YPBB yang memiliki standar kualitas tinggi. YPBB akan mengurus berbagai hal agar Anda bisa fokus pada peran utama Anda sebagai trainer. YPBB menata panggungnya, Anda yang jadi bintangnya..


Bagaimana Anda bisa mengambil peran..?
Bila menjadi seorang trainer bisa menjadi jalan untuk menularkan kepedulian Anda kepada orang lain, maka Anda mungkin orang yang tepat untuk mengambil peran ini. Anda memiliki modal awal untuk membuat peran Anda sebagai trainer menjadi sesuatu yang menyenangkan dan bermakna bagi hidup Anda.
Perlu waktu untuk menjadi seorang trainer. Tapi tidak sebanyak yang Anda bayangkan. Hanya butuh sebagian dari waktu luang Anda. Sebagai gambaran, satu kali pelatihan membutuhkan sekitar 3 hingga 5 jam. Selama itulah waktu luang yang Anda butuhkan untuk menjadi trainer YPBB.
YPBB mengembangkan berbagai sistem agar Anda bisa fokus pada peran utama Anda sebagai trainer, sehingga sebagian waktu luang Anda itu bisa memberikan kontribusi yang optimal pada kampanye gaya hidup organis, dan upaya untuk mewujudkan dunia yang zero waste.


Anda pasti bisa jadi trainer YPBB, kalau…
1.       Punya kepedulian tentang lingkungan, khususnya isu sampah.
2.       Suka berbagi pengalaman dan pengetahuan pada orang lain.
3.       Punya kemampuan dasar public speaking (ngga mudah demam panggung).
4.       Pernah ikut Pelatihan ZWL YPBB.
5.       Punya waktu luang yang ingin digunakan.
6.       Berdomisili di Bandung minimal untuk 1,5 tahun ke depan.
Proses Yang Akan Anda Ikuti Untuk Menjadi Trainer..
YPBB mengembangkan sistem fasilitasi yang menyeluruh untuk membantu Anda melihat dan merasakan langsung, bagaimana menjadi seorang trainer YPBB. Berdasarkan pengalaman itu, Anda bisa memutuskan, apakah menjaditrainer adalah sesuatu yang menyenangkan, efektif, dan bermakna bagi Anda, atau tidak.
YPBB akan menyediakan media bagi Anda untuk mengenal program ini dan mengenali potensi diri Anda sendiri sebagai seorang calon trainer. Setelah memutuskan untuk menjadi seorang calon trainer, Anda akan mengikuti ToT (training of trainers) untuk memahami materi pelatihan, berlatih menjadi fasilitator, dan mengenal berbagai peran dalam Tim Trainer (pencatat proses, trainer dan co-trainer). Proses kemudian diteruskan dengan proses magang, di mana Anda merasakan langsung setiap peranan dalam Tim Trainer.
Untuk semua proses itu, Anda mungkin perlu menyediakan waktu sekitar 5 – 7 jam per bulan. Waktu tersebut meliputi berbagai waktu untuk persiapan pelatihan dan evaluasi. Untuk proses ToT, karena prosesnya cukup panjang, maka dibutuhkan waktu dua hari berturut-turut di akhir pekan (pilihannya antara tanggal 22 dan 23 Oktober 2016 atau 29 dan 30 Oktober 2016, di Jalan Jalak No. 20 Bandung). Waktu fix ToT akan diumumkan kemudian, berdasarkan pilihan terbanyak dari pendaftar.


Jadi..?


Untuk menjadi bagian dari dunia yang zero waste sebagai trainer YPBB, Anda hanya tinggal mengisi:
  1. test kepribadian bisa di download di sini. Form yang sudah diisi silakan dikirimkan kembali ke email trainer@ypbb.or.id


Keduanya silakan dikumpulkan sebelum hari Sabtu 15 Oktober 2016 jam 17:00 WIB.
Batas maksimal peserta pelatihan hanya 20 orang. Pengumuman peserta yang terpilih akan diinformasikan pada Selasa 18 Oktober 2016 maksimal jam 12:00 WIB melalui email.


Pertanyaan lebih lanjut dapat diajukan ke alamat email trainer@ypbb.or.id, atau ke nomor telpon 0856-2480-5640​⁠ (Euis)
Keterangan lebih lanjut, dapat Anda dapatkan dalam dokumen Kerangka Program Trainer YPBB.



Di hari nan suci ini, tiada kata yang indah terucap dari lubuk hati yang terdalam.

Kami segenap staf Perkumpulan YPBB mengucapkan
Minal Aidzin wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir & Bathin 1 Syawal 1437H.






Dan mari intip tips-tips terkait #LebaranHijau di twitter , facebook dan instagram


Menuju Hidup Zero Waste: Masyarakat RW20 Kelurahan Dangdeur, Kec. Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat

Ya, ini merupakan langkah awal perubahan pola hidup yang akan diterapkan oleh masyarakat RW 20 Kelurahan Dangdeur, Kec. Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Diawali Langkah awal ini dilakukan dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang gaya hidup Zero Waste, melalui pelatihan Zero Waste Lifestyle yang diberikan oleh YPBB (Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi) pada hari Kamis, 04 Februari 2016 lalu. Pelatihan ini diadakan oleh sebuah komunitas bernama Rumah Inspirasi Subang dan dibantu oleh program CSR dari PT. Pertamina EP Asset 3 Subang Field.

Peserta pelatihan ini sendiri merupakan anggota komunitas dan warga setempat yang terdiri dari Karang Taruna; RW/RT; ibu rumah tangga; dan kader-kader lingkungan di wilayah setempat. Semangat dan antusias peserta terlihat dari banyaknya interaksi tanya jawab pada sesi pertama pelatihan yakni game “Granat” yang mengisyaratkan bahwa sampah merupakan bom waktu yang sewaktu-waktu akan meledak. Dari game ini, kemudian peserta diajak untuk menceritakan bagaimana pola penanganan sampah yang selama ini terjadi di daerah sekitar Rumah Inspirasi Subang.




Penanganan sampah yang selama ini terjadi!
Sampah dari rumah dibuang ke tempat sampah di depan rumah. Setelah itu, setiap hari senin, rabu, dan sabtu, ada yang mengangkut sampah (petugas sampah) - lalu dibuang ke TPA, dan ada  yang dibuang ke hutan bambu dan dibakar,” ujar salah seorang peserta pelatihan ketika ditanya oleh trainer tentang “bagaimana perjalanan sampah yang selama ini terjadi.” Hampir semua pola penanganan sampah di Indonesia rata-rata seperti diatas, yang pada akhirnya hanya memindahkan sampah ke TPS hingga TPA, bahkan lebih buruk lagi di bakar, dan lainnya. Begitu pula yang terjadi di lingkungan sekitar Rumah Inspirasi Subang. Dan pola ini adalah masalah yang harus diselesaikan! 


Kenapa jadi masalah?!
Berbagai pemaparan yang disampaikan oleh trainer tentang bahaya sampah ketika penanganannya tidak baik, seperti racun, gangguan kesehatan atau penyakit mulai dari penyakit ringan hingga penyakit berat seperti kanker, cacat fisik, dan lain sebagainya. Serta dampak lain seperti biaya yang sangat besar yang harus dikeluarkan oleh kita semua (masyarakat) melalui pemerintah hanya untuk proses pengangkutan yang memakan biaya lebih dari 300 juta per hari, dan dampak-dampak lainnya.
Peserta hanya terdiam dan benar-benar menyimak dengan serius pemaparan yang telah disampaikan dan beberapa peserta melontarkan komentar tentang data-data ini, seperti “gak nyangka, terus kita harus bagaimana?”

Pisahkan – Manfaatkan!
Cukup dengan dua langkah sederhana! Pisahkan dan Manfaatkan, dua kata kerja inilah yang akan membantu masyarakat RW 20 Kelurahan Dangdeur, Kec. Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat dalam menyelesaikan permasalahan tersebut diatas. Ya. Sesimple itu. Pisahkan sampah sesuai pemilahan dan penempatannya dan Manfaatkan, dengan begitu 70% masalah sampah akan terseselesaikan. Pemanfaatan tersebut dilkakukan dengan cara mengubah sampah organik menjadi kompos dan non organik didaur ulang dan/atau digunakan kembali (reuse). Pada tahap selanjutnya, dilakukan reduce atau pengurangan timbulan sampah dari sumbernya. 




Diakhir acara, peserta pelatihan diajak untuk berkomitmen untuk menerapkan materi pelatihan yang telah disampaikan. Dan satu persatu peserta pelatihan menyampikan komitmennya, ada yang mengatakan “Menyetop sampah ke selokan; Membuang sampah sesuai dengan pemisahannya (Organis dan Non Organis); Mengurangi membuang sampah; Memisahkan sampah sejak awal dan mempublikasikannya ke warga (catatan- perlu penyediaan fasilitas); Tidak membuang sampah sembarangan; Menyediakan alat, mengajak orang terdekat (keluarga dan tetangga), dan memberi reward bagi yang melaksanakan dan sanksi bagi yang melanggar; Mengurangi sampah; Beli tempat sampah terpisah untuk di rumah” dan lain sebagainya. Mulai dari komitmen dan menerapkan dua langkah sederhana dalam penanganan sampah ini, akan membawa anggota komunitas Rumah Inspirasi Subang dan masyarakat sekitarnya untuk menuju hidup zero waste.