Welcome to our website !

Sosialisasi Zero Waste Lifestyle oleh YPBB di MA Multiteknik Asih Putera Dalam Rangka Hari Bumi Nasional 2018

By 4:43 AM


Setiap tahun, tanggal 22 April diperingati sebagai Hari Bumi Nasional. Seluruh aktivis dan pengamat lingkungan tentu memperingati hari peringatan lingkungan tersebut dengan menyelenggarakan beragam acara seperti penanaman pohon, seminar bertema lingkungan hingga kampanye gaya hidup bebas sampah (Zero Waste). Begitupun yang dilakukan oleh MA Multiteknik Asih Putera Cimahi yang menyelenggarakan sosialisasi singkat dan rangkaian perlombaan dalam rangka peringatan Hari Bumi. Pada kesempatan tersebut, YPBB dipilih menjadi pembicara dalam sosialisasi gaya hidup Zero Waste atau biasa disebut Zero Waste Lifestyle.

Pembukaan Rangkaian Acara Peringatan Hari Bumi MA Multiteknik Asih Putera

Acara tersebut diselenggakan pada hari Selasa, 24 April 2018 di Aula MA Multiteknik Asih Putera Cimahi, Jl. M. Daeng Ardiwinata No. 199. Siswa dan siswi terlihat sudah berkumpul sejak pagi di Aula Sekolah untuk segera memulai rangkaian acara peringatan Hari Bumi tersebut. Setelah acara dibuka oleh MC, sosialisasi Zero Waste Lifestyle pun menjadi agenda pertama pada acara tersebut. Anilawati sebagai pembicara dari YPBB, menampilkan video berdurasi 30 menit pada siswa-siswi MA Multiteknik Asih Putera sebagai pengenalan terhadap Zero Waste Lifestyle dan contoh yang telah dilakukan oleh RW 09 Sukaluyu Kota Bandung.


Diskusi tentang Zero Waste Lifestyle bersama tim YPBB

Melalui video singkat tersebut, YPBB berharap siswa-siswi MA Multiteknik Asih Putera dapat memulai Zero Waste Lifestyle khususnya di lingkungan sekolah mereka sendiri. Pihak sekolah mengakui bahwa mereka belum memiliki fasilitas khusus untuk mengelola sampah di lingkungan MA/MTs Asih Putera, namun dalam waktu dekat mereka berminat untuk melakukan pengelolaan sampah. Siswa dan siswi, dan seluruh warga sekolah pun diharapkan dapat segera mewujudkan pengelolaan sampah di MA Asih Putera tersebut.


Setelah video selesai diputar, beberapa siswa dimintai pendapat mengenai “hal baru” yang dilihat pada video tersebut. Mereka mengaku bahwa pemilahan dan pengomposan sampah yang dilakukan RW 09 terlihat sebagai hal baru. Beberapa yang lain mengaku sudah pernah melakukan pemilahan dan pengomposan, namun hasil pemilahan sampah di rumahnya dicampur kembali oleh petugas pengangkut sampah. Anilawati menjelaskan bahwa di RW 09 Sukaluyu dapat mempertahankan pemilahan sampah hingga TPS karena semua pihak yang terlibat seperti petugas sampah, warga, ketua RT dan RW telah bersinergi untuk menjalankan Zero Waste Lifestyle. Kerjasama tersebut juga dibarengi dengan ketersediaan fasilitas seperti biodigester dan lubang kompos.

Diskusi kelompok pada permainan “Andai Aku Kepala Sekolah”

Untuk menambah pemahaman siswa-siswi mengenai Zero Waste Lifestyle, siswa-siswi dibentuk menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4 – 5 orang. Mereka diminta untuk bermain “Andai Aku Kepala Sekolah” dengan tema pengelolaan sampah di sekolah. Masing-masing kelompok diberi sebuah kertas HVS dan diminta untuk menggambarkan atau menuliskan angan-angan mereka tentang pengelolaan sampah di sekolah jika mereka menjadi kepala sekolah. Mereka diberikan waktu 15  menit untuk berdiskusi, lalu nama wakil kelompok dipanggil secara acak untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka.

Kelompok presentasi pertama “Andai Aku Kepala Sekolah”

Kelompok presentasi kedua “Andai Aku Kepala Sekolah”


Kelompok pertama yang mempresentasikan hasil diskusi mengatakan bahwa jika mereka menjadi kepala sekolah, mereka ingin menyediakan berbagai fasilitas pengolahan sampah seperti mesin pengolah sampah. Kelompok kedua mengatakan bahwa mereka ingin memisahkan sampah dan melarang penggunaan plastik oleh pedagang di sekolah. Ide-ide yang disampaikan tergolong baik untuk pengetahuan Zero Waste Lifestyle, namun jika ingin diwujudkan, menurut Anilawati, perlu dilakukan pendataan awal mengenai jenis sampah yang paling banyak dihasilkan di sekolah. “Ketika kita sudah tahu jenis sampah apa yang paling banyak dihasilkan, kita dapat memilih pengelolaan sampah yang tepat” sahut Anilawati sebagai kata penutup dari sosialisasi singkat Zero Waste Lifestyle di MA Multiteknik Asih Putera.



You Might Also Like

0 komentar